CPNS Departemen PU

September 18, 2008

P E N G U M U M A N
Nomor : KP.01.03.Mn/594

PENGADAAN PEGAWAI NEGERI SIPIL
DEPARTEMEN PEKERJAAN UMUM

TINGKAT PASCA SARJANA (S2), SARJANA (S1) UNTUK GOLONGAN III
TAHUN ANGGARAN 2008

Departemen Pekerjaan Umum Republik Indonesia membuka kesempatan kepada para Pasca Sarjana dan Sarjana bagi yang Berwarga Negara Indonesia baik pria maupun wanita, sebagai Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) di lingkungan Departemen Pekerjaan Umum yang akan ditempatkan baik di Pusat maupun di Daerah dengan ketentuan:

I. JUMLAH YANG DIBUTUHKAN: 265  Orang

Pasca Sarjana (S2), Sejumlah :

30

Orang

1

S.2 Teknik Sipil (Jalan & Jembatan, Pengairan, Konstruksi, Transportasi)

20

Orang

2

S.2 Planologi/Perencanaan Wilayah Kota/Studi Pembangunan

5

Orang

3

S.2 Teknik Lingkungan

4

Orang

4

S.2 Kimia/Farmasi

1

Orang

Sarjana (S1), Sejumlah :

235

Orang

1

S.1 Teknik Sipil (Jalan & Jembatan, Pengairan, Konstruksi, Transportasi)

55

Orang

2

S.1 Teknik Arsitektur

14

Orang

3

S.1 Planologi/Perencanaan Wilayah Kota/Desa

15

Orang

4

S.1 Teknik Lingkungan

15

Orang

5

S.1 Pertanian (Agronomi, Teknik Pertanian, Teknologi Pangan, Ilmu Tanah, Sosial Ekonomi Pertanian, Penyuluhan dan Komunikasi Pertanian)

12

Orang

6

S.1 Geologi

5

Orang

7

S.1 Geografi /Geohidrologi/Hidrologi

4

Orang

8

S.1 Geodesi

10

Orang

9

S.1 Teknik Industri/Manajemen Industri

2

Orang

10

S.1 Teknik Mesin (Otomotif dan Industri)

4

Orang

11

S.1 Kimia

3

Orang

12

S.1 Teknik Fisika/Fisika Instrumen

2

Orang

13

S.1 Informatika/Telekomunikasi (Teknik/Manajemen/Sistem Informatika, Teknik/Ilmu Komputer, Telekomunikasi)

20

Orang

14

S.1 Ekonomi (Akuntansi, Manajemen, Ekonomi/Studi Pembangunan)

23

Orang

15

S.1 Hukum (Hukum Perdata/Tata Negara)

15

Orang

16

S.1 Sosial (Hubungan Internasional, Adm. Negara, Adm. Publik, Sosiologi, Antropologi)

20

Orang

17

S.1 Komunikasi/Publisistik (Humas, Komunikasi Publik/Massa, Publisistik, Jurnalistik)

10

Orang

18

S.1 Perpustakaan

2

Orang

19

S.1 Pendidikan (Pendidikan Teknik Sipil/Teknologi Pendidikan/Manajemen Pendidikan)

4

Orang

II. PERSYARATAN UMUM:

  1. Warga Negara Indonesia, sehat jasmani dan rohani.

  2. Tidak sedang terikat perjanjian / kontrak kerja dengan instansi pemerintah / swasta lain.

  3. Tidak pernah diberhentikan dengan hormat tidak atas permintaan sendiri atau tidak dengan hormat sebagai CPNS / PNS / Anggota TNI / Polri, atau diberhentikan tidak dengan hormat sebagai pegawai swasta.

  4. Tidak berkedudukan sebagai CPNS / PNS / Calon Anggota TNI / Polri serta Anggota TNI / Polri.

  5. Bersedia ditempatkan di seluruh wilayah Republik Indonesia.

  6. Minimal mengerti / mengetahui penggunaan dasar komputer (microsoft office) dan internet (browsing & surat elektronik)

III. PERSYARATAN KHUSUS BAGI PELAMAR UMUM

  1. Berijazah Pasca Sarjana (S2) dan atau Sarjana (S1) dari Perguruan Tinggi Negeri / Perguruan Tinggi Swasta yang telah mendapat akreditasi (minimal B) atau dari Perguruan Tinggi Luar Negeri yang telah mendapat pengesahan dari Departemen Pendidikan Nasional, dengan persyaratan Indeks Prestasi Komulatif (IPK): untuk S1 minimal 2,75 (dua koma tujuh lima), dan S2 minimal 3,25 (tiga koma dua lima). Bagi pelamar berpendidikan S2 wajib melampirkan ijazah dan transkrip nilai jenjang S1.

  2. Kualifikasi pendidikan sesuai dengan formasi yang tersedia yang ditetapkan oleh Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara.

  3. Menguasai bahasa Inggris dengan baik (lisan dan tulisan) yang dibuktikan dengan hasil test kemampuan bahasa Inggris yang masih berlaku. Hasil Tes yang diperbolehkan adalah sebagai berikut:

    • EPT yang diterbitkan oleh Lembaga Bahasa dan Pendidikan Profesional (LBPP) LIA dengan nilai minimal: 450 untuk S1 dan 475 untuk S2;

    • International TOEFL®IBT (Internet Based TOEFL) dengan nilai minimal 53 untuk S1, dan 64 untuk S2;

    • IELTS yang diterbitkan oleh Yayasan Pendidikan Australia (IDP) atau oleh British Council dengan nilai minimal 4.5 untuk S1 dan 5.5 untuk S2.

  4. Ketentuan usia adalah sebagai berikut:

    • Lahir pada 1 Desember 1980 atau sesudahnya bagi S1 (usia maksimum 28 tahun pada tanggal 1 Desembar 2008).

    • Lahir pada tanggal 1 Desember 1978 atau sesudahnya bagi S2 (usia maksimum 30 tahun pada tanggal 1 Desember 2008).

IV. PERSYARATAN KHUSUS BAGI PEGAWAI TIDAK TETAP (PTT) DI LINGKUNGAN DEPARTEMEN PEKERJAAN UMUM:

  1. Merupakan Pegawai yang tercatat dalam Database Pegawai Tidak Tetap (PTT) di Lingkungan Departemen Pekerjaan Umum. Bagi pegawai yang tidak tercatat, maka secara otomatis diperhitungkan sebagai pelamar umum.

  2. Berijazah Pasca Sarjana (S2) dan atau Sarjana (S1) dari Perguruan Tinggi Negeri/Swasta terakreditasi atau dari Perguruan Tinggi Luar Negeri yang telah mendapat pengesahan dari Departemen Pendidikan Nasional. Bagi pelamar berpendidikan S2 wajib melampirkan ijazah dan transkrip nilai jenjang S1.

  3. Kualifikasi pendidikan sesuai dengan formasi yang tersedia yang ditetapkan oleh Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara.

  4. Menguasai bahasa Inggris dengan baik (lisan dan tulisan) yang dibuktikan dengan hasil tes kemampuan bahasa inggris yang masih berlaku. Hasil Tes yang diperbolehkan untuk dilampirkan adalah sebagai berikut:

    • EPT yang diterbitkan oleh Lembaga Bahasa dan Pendidikan Profesional (LBPP) LIA dengan nilai minimal: 450 untuk S1 dan 475 untuk S2;

    • International TOEFL®IBT (Internet Based TOEFL) dengan nilai minimal 53 untuk S1, dan 64 untuk S2;

    • IELTS yang diterbitkan oleh Yayasan Pendidikan Australia (IDP) atau oleh British Council dengan nilai minimal 4.5 untuk S1 dan 5.5 untuk S2;

    • TOEFL Prediction dari Perguruan Tinggi Negeri dengan nilai: 450 untuk S1 dan 475 untuk S2.

  5. Ketentuan usia adalah sebagai berikut:

    • Lahir pada 1 Desember 1973 atau sesudahnya (usia maksimum 35 tahun pada tanggal 1 Desember 2008) baik untuk S1 dan S2.

  6. Mempunyai pengalaman bekerja/magang di Lingkungan Departemen Pekerjaan Umum sejak tahun 2000 atau sebelum 1 April 2007 yang dibuktikan dengan Surat Pernyataan dari Pimpinan Unit Kerja/UPT yang bersangkutan dan diketahui oleh Pejabat Eselon II.a (Sekretaris Satminkal/Direktur/Kepala Biro/Kepala Pusat).

V. PENDAFTARAN :

  1. Pendaftaran Pelamar dilakukan hanya melalui website Departemen Pekerjaan Umum di http://www.pu.go.id.

  2. Bagi Pelamar yang telah melakukan pendaftaran, melengkapi data, dan secara sistem dinyatakan memenuhi syarat maka akan diberikan nomor berkas yang harus dicetak. Berkas tersebut untuk selanjutnya dikirimkan bersama persyaratan lain yang ditentukan.

  3. Periode pendaftaran secara online dibuka mulai tanggal 17 September s.d. 17 Oktober 2008.

  4. Kelengkapan Berkas dapat dikirimkan mulai tanggal 22 September 2008 dan paling lambat sudah diterima panitia tanggal 17 Oktober 2008 pukul 15.00 WIB.

  5. Kelengkapan Berkas disampaikan melalui Pos Tercatat atau jasa pengiriman yang ditujukan ke salah satu alamat di bawah ini:

    Panitia Pengadaan PNS 2008
    Departemen Pekerjaan Umum

    Gedung I Lantai II
    Ruang Sekretariat Pusat
    Jabatan Fungsional
    Bidang Pekerjaan Umum
    Jl. Pattimura No. 20 Kebayoran  Baru
    Jakarta 12110

    Kotak Pos 265
    JKTM 12700

  6. Kelengkapan lamaran bagi Pelamar Umum :

    1. Hasil cetak Nomor Berkas sesuai yang diperoleh pada saat pendaftaran secara online, dibubuhi materai dan ditandatangani.

    2. Dilengkapi dengan dokumen pendukung berupa:

      1. 1 (satu) lembar fotokopi ijazah S2 (berikut ijazah S1) atau S1 berikut transkrip dari Perguruan Tinggi Negeri / Swasta yang sudah dilegalisir sesuai persyaratan:

        • Universitas / Institut, oleh Rektor / Dekan / Pembantu Dekan Bidang Akademik.

        • Sekolah Tinggi, oleh Ketua / Pembantu / Ketua Bidang Akademik.

        • Ijazah yang diterbitkan oleh Perguruan Tinggi Luar Negeri oleh Pejabat yang berwenang di Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi Departemen Pendidikan Nasional.

      2. 1 (satu) lembar fotokopi yang sudah dilegalisir atau Duplikat Sertifikat Tes Kemampuan Bahasa Inggris sesuai persyaratan.

      3. 3 (tiga) lembar pas foto ukuran 3 x 4 cm (berwarna) dan nama pelamar dituliskan di bagian belakang;

      4. Fotokopi KTP yang masih berlaku.

      5. Fotokopi Akte Kelahiran.

      6. Surat Pernyataan bahwa yang bersangkutan bersedia ditempatkan di seluruh daerah di Indonesia.

      7. Surat Pernyataan bersedia membayar ganti rugi pengunduran diri (bagi yang diterima dan mengundurkan diri) sebesar Rp. 10.000.000,- (sepuluh juta rupiah) bermaterai Rp. 6.000,- sesuai dengan contoh dalam website.

      8. Khusus PTT menyertakan Surat Pernyataan dari Pimpinan Unit Kerja/UPT yang bersangkutan dan diketahui oleh Pejabat Eselon II.a (Sekretaris Satminkal/Direktur/Kepala Biro/Kepala Pusat) dan Surat Pernyataan Melaksanakan Tugas (sesuai format terlampir).

    3. Berkas lamaran disusun rapi dalam map snelhecter dan dimasukkan dalam amplop berwarna coklat. Warna Map untuk pelamar umum: S1 (kuning), S2 (biru). Untuk Pegawai Tidak Tetap : S1 (merah), S2 (coklat).

    4. Tempelkan informasi pelamar pada amplop yang telah disediakan oleh sistem pada saat selesai pendaftaran online.

    5. Berkas lamaran yang tidak lengkap atau terdapat perbedaan data antara database pelamar dengan berkas yang disampaikan akan dinyatakan tidak memenuhi syarat.

VI. TAHAPAN DAN JADWAL SELEKSI

Seleksi dilakukan dengan sistem gugur sebagai berikut:

  1. Seleksi Administratif dengan melihat pemenuhan persyaratan di atas, dan yang tidak memenuhi persyaratan akan gugur.

  2. Bagi pelamar yang lulus Seleksi Administrasi diharuskan untuk mengambil Tanda Peserta Tes pada waktu dan lokasi yang akan ditentukan.

  3. Tanda Peserta Seleksi Ujian Tertulis diambil sendiri oleh calon peserta (tidak dapat diwakilkan) dengan membawa dokumen asli berupa: ijazah, TOEFL, transkrip nilai, dan akte kelahiran untuk diperlihatkan kepada panitia.

  4. Ujian tertulis meliputi Tes Pengetahuan Umum (TPU) yang terdiri dari: Pengetahuan Ke-PU-an, Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris (Khusus bagi PTT), Pancasila, Tata Negara, Sejarah dan Kebijakan Pemerintah. Tes Bakat Skolastik (TBS), Tes Skala Kematangan (TSK), dan Pengetahuan Khusus/Substansi pada tanggal 1 November 2008.

VII. TEMPAT DAN PENGUMUMAN HASIL SELEKSI

  1. Hanya mereka yang dinyatakan lulus seleksi administratif yang akan dipanggil untuk mengikuti ujian tulis.

  2. Pemanggilan peserta yang dinyatakan lulus administratif akan diumumkan melalui website Departemen Pekerjaan Umum dan papan pengumuman Departemen Pekerjaan Umum.

  3. Penyelenggaraan tes akan dilaksanakan secara terpusat di Jakarta dan akan ditentukan kemudian.

  4. Hasil Ujian tulis akan diumumkan melalui website Departemen Pekerjaan Umum dan papan pengumuman Departemen Pekerjaan Umum.

VIII. LAIN–LAIN

  1. Seleksi masuk Calon Pegawai Negeri Sipil Departemen Pekerjaan Umum tidak dipungut biaya.

  2. Departemen PU tidak bertanggungjawab atas pungutan atau tawaran berupa apapun oleh oknum–oknum yang mengatasnamakan Departemen Pekerjaan Umum atau Panitia sehingga peserta diharapkan tidak melayani tawaran–tawaran untuk mempermudah penerimaan sebagai Calon PNS.

  3. Panitia membuka jalur pelayanan telephone (hotline) bagi para pelamar pada hari dan jam kerja (17 September s.d. 17 Oktober 2008, Senin – Jumat, 09:00 – 15:00 WIB):

    Informasi Persyaratan Administratif

    Informasi Sistem Online

    0838 894 7207 (Sdri. Wenny)

    0838 894 7209 (Sdr. Sam)

    0838 894 7208 (Sdri. Dewi)

  4. Lamaran tanpa nomor berkas lamaran dianggap tidak berlaku dan tidak akan diperiksa oleh panitia. Panitia hanya memeriksa 1 (satu) berkas lamaran untuk 1 (satu) Nomor Berkas.

  5. Surat Keterangan Kelulusan / Ijazah sementara dapat diterima, dengan syarat Pelamar dapat menyertakan Surat Pernyataan yang ditandatangani oleh Pimpinan Universitas yang menyatakan bahwa pihak Universitas sudah dapat mengeluarkan ijazah asli yang bersangkutan pada saat yang bersangkutan mengambil Nomor Peserta Ujian. Bagi Pelamar yang tidak dapat menunjukkan Ijazah asli, maka yang bersangkutan tidak dapat mengambil Nomor Peserta Ujian.

  6. Bagi Pelamar lulusan luar negeri yang memiliki transkrip nilai tidak berskala 4,0 harap melampirkan konversi transkrip nilai dengan skala 4,0 yang disahkan oleh Ditjen Dikti Depdiknas.

  7. Berkas lamaran yang diterima panitia menjadi milik panitia dan tidak dapat diminta kembali oleh pelamar.

  8. Hal–hal lain yang berkaitan dengan pengadaan dan seleksi PNS Departemen Pekerjaan Umum Tahun 2008 dapat dilihat pada website Departemen PU (http://www.pu.go.id) dan para pelamar disarankan untuk terus memonitor perkembangannya.

Jakarta, 15 September 2008

A.N MENTERI PEKERJAAN UMUM
Sekretaris Jenderal
Departemen Pekerjaan Umum

IR. AGOES WIDJANARKO, MIP
NIP. 110023320

Informasi Pengadaan PNS Departemen Pekerjaan Umum  Tahun 2008 berupa pengumuman,  persyaratan dan formulir yang diperlukan dapat dilihat (download) pada Website Departemen Pekerjaan Umum dengan alamat http://www.pu.go.id dan papan pengumuman di Kantor Pusat Departemen Pekerjaan Umum.

Jika belum memiliki User-Id dan Password, silakan mendaftarkan terlebih dahulu dengan menekan tombol “registrasi pelamar” dibawah ini.

Silakan mengisi User-Id dan Password anda kemudian tekan tombol pendaftaran

User-Id :
Password :

PETUNJUK/CATATAN :

    Halaman ini akan lebih optimal apabila dibuka menggunakan browser Internet Explorer (IE)

  1. Sebelum melakukan registrasi pelamar, lakukan hal–hal sebagai berikut :

    1. Baca secara seksama persyaratan pengadaan PNS Dep. PU dan tatacara pendaftaran.

    2. Siapkan alamat surat elektonik (e-mail) pribadi/perorangan.

    3. Siapkan ijazah, transkrip nilai, KTP, Sertifikat kemampuan berbahasa Inggris (EPT/TOEFL/IELTS), dan pasfoto digital berwarna (file dalam format jpg), dengan resolusi maksimum 480×640 pixels, atau besar file maksimum 70kB.

  2. Isi seluruh data dan informasi yang diminta secara benar dan lengkap.

  3. Pastikan Saudara memasukkan data dengan benar, karena data yang sudah disampaikan kepada Panitia tidak dapat diubah.

  4. Selalu aktif memonitor informasi yang akan disampaikan kepada pelamar hanya melalui website Departemen Pekerjaan Umum.

  5. Disarankan untuk menggunakan browser Internet Explorer versi 6 atau yang lebih baru. Jika browser tidak dilengkapi dengan Adobe Reader (diperlukan untuk membuka file berkas registrasi berbentuk PDF), bisa didapatkan dari www.adobe.com/products/reader/.

PT Antam Tbk BUMN Lowongan

September 16, 2008

PT Antam Tbk, internationally-listed, leading Indonesian diversified mining and metals state owned company has an challenging opportunity for highly motivated, qualified and dedicated individuals to join Antam¡¦s solid operations in Indonesia for the following positions:

A. Diploma Staff
1. Mechanical Engineering (code : A1)
2. Electrical Engineering (electronics) (code : A2)
3. Accounting (code : A3)
4. Geodesi (code : A4)

B. Bachelor Staff
1. Legal (Business Law) (code : B1)
2. Accounting (code : B2)
3. Informatics/Computer Science (code : B3A , B3B)
4. Metallurgical Engineering (code : B4)
5. Geological Engineering (code : B5)
6. Mining Engineering (code : B6)
7. Exploration Mining Engineering (code : B7)

C. Experience Staff
1. Good Corporate Governance Staff (code : C1)
2. Geological Engineering (code : C2)
3. Mining Engineering (code : C3)

Please see the requirement in our website www.antam.com under the ‘Career Opportunities’ section
not later than October 15th, 2008 Send the complete application only (graduate certificate, transcript, curriculum vitae) and put the position code on the envelope to:

Senior Manager, Human Resources Management
Head Office of PT ANTAM Tbk
Jl. T.B. Simatupang No. 1, Tanjung Barat
Jakarta 12530

PT Antam Tbk, internationally-listed, leading Indonesian diversified mining and metals state owned company has an challenging opportunity for highly motivated, qualified and dedicated individuals to join Antam¡¦s solid operations in Indonesia for the following positions:

A. Diploma Staff (code: A1)

1. Mechanical Engineering
- Diploma degree in Mechanical Engineering
- GPA minimum 2.75 ( scale of 4 )
- Maximum age 27 years old
- Minimum TOEIC Score 405 (will be conducted during selection phase)
- Willing to be placed at business unit site in Indonesia

2. Electrical Engineering (code: A2)
- D3/Diploma Degree in Electrical Engineering (electronics)
- GPA minimum 2.75 ( scale of 4 )
- Maximum age 27 years old
- Minimum TOEIC Score 405 (will be conducted during selection phase)
- Minimum Willing to be placed at business unit site in Indonesia

3. Accounting (Code: A3)
- Diploma degree in Accounting
- GPA minimum 3.00 ( scale of 4 )
- Maximum age 27 years old
- Minimum TOEIC Score 405 (will be conducted during selection phase)
- Willing to be placed at business unit site in Indonesia

4. Geodesi (Code: A4)
- Diploma degree in Geodesi
- GPA minimum 2.75 ( scale of 4 )
- Maximum age 27 years old
- Minimum TOEIC Score 405 (will be conducted during selection phase)
- Willing to be placed at business unit site in Indonesia

B. Bachelor Staff

1. Legal (code: B1)
- Bachelor degree in Legal/Business Law
- Having knowledge in law aspect in economic/business law
- GPA minimum 3.00 ( scale of 4 )
- Having experience in Governance Relations
- Maximum age 30 years old
- Minimum TOEIC Score 605 (will be conducted during selection phase)
- Willing to be placed at business unit site in Indonesia

2. Accounting (code: B2)
- Bachelor degree in Accounting
- GPA minimum 3.00 ( scale of 4 )
- Maximum age 30 years old
- Minimum TOEIC Score 605 (will be conducted during selection phase)
- Willing to be placed at business unit site in Indonesia

3. Informatics/Computer Science (code: B3A , B3B)
- Bachelor degree in Informatics/Computer Science
- Having experience in Analyst Sistem & SOP (code: B3A)
- Having experience in Database Administrator (code : B3B)
- GPA minimum 3.00 ( scale of 4 )
- Maximum age 35 years old
- Minimum TOEIC Score 605 (will be conducted during selection phase)
- Willing to be placed at business unit site in Indonesia

4. Metallurgical Engineering (code: B4)
- Bachelor degree in Metallurgical Engineering
- GPA minimum 2.50 ( scale of 4 )
- Maximum age 30 years old
- Minimum TOEIC Score 605 (will be conducted during selection phase)
- Willing to be placed at business unit site in Indonesia

5. Geological Engineering (code: B5)
- Bachelor degree in Geological Engineering
- GPA minimum 2.50 ( scale of 4 )
- Maximum age 30 years old
- Minimum TOEIC Score 605 (will be conducted during selection phase)
- Willing to be placed at business unit site in Indonesia

6. Mining Engineering (code: B6)
- Bachelor degree in Mining Engineering
- GPA minimum 2.50 ( scale of 4 )
- Maximum age 30 years old
- Minimum TOEIC Score 605 (will be conducted during selection phase)
- Willing to be placed at business unit site in Indonesia

7. Exploration Mining Engineering (code: B7)
- Bachelor degree in Exploration Mining Engineering
- GPA minimum 2.50 ( scale of 4 )
- Maximum age 30 years old
- Minimum TOEIC Score 605 (will be conducted during selection phase)
- Willing to be placed at business unit site in Indonesia

C. Experience Staff

1. Good Corporate Governance Staff (code: C1)
- Min. S1 degree
- Maximum age 35 years old
- GPA minimum 2.75 ( scale of 4 )
- Min. 2 – 5 years experience, preferable in mining industry
- Having knowledge in Good Corporate Governance Indonesia (KNKG) and ASX Corporate Governance Principles
- Having experience in GCG Implementation
- Good communication skill, cooperative, & energic
- Minimum TOEIC Score 605 (will be conducted during selection phase)
- Willing to be placed at business unit site in Indonesia

2. Geological Engineering (code: C2)
- Bachelor degree in Geological Engineering
- Minimum has 5 -10 years experience in related position
- GPA minimum 2.50 ( scale of 4 )
- Maximum age 35 years old
- Minimum TOEIC Score 605 (will be conducted during selection phase)
- Willing to be placed at business unit site in Indonesia

3. Mining Engineering (code: C3)
- Bachelor degree in Mining Engineering
- Minimum has 5 -7 years experience
- GPA minimum 2.50 ( scale of 4 )
- Maximum age 35 years old
- Minimum TOEIC Score 605 (will be conducted during selection phase)
- Willing to be placed at business unit site in Indonesia

CPNS BAKOSURTANAL 2008/2009

September 16, 2008

DEADLINE: 24 SEPTEMBER 2008

PENGUMUMAN
PENERIMAAN CALON PEGAWAI NEGERI SIPIL (CPNS) BAKOSURTANAL TAHUN 2008
Nomor : KP.01.02/03-Sesma/IX/2008

Situs resmi: www.bakosurtanal.go.id

Untuk memenuhi kebutuhan formasi Pegawai Negeri Sipil (PNS) tahun 2008, Badan
Koordinasi Survei dan Pemetaan Nasional (BAKOSURTANAL) membutuhkan 12 (dua
belas) orang lulusan S1 untuk dipekerjakan sebagai PNS BAKOSURTANAL, dengan
persyaratan sebagai berikut :

  1. PERSYARATAN UMUM

    1. Warga Negara Indonesia

    2. Lahir pada tanggal 1 Desember 1980 atau setelahnya.

    3. Surat Keterangan Catatan Kepolisian (SKCK) dari Kepolisian setempat.
    4. Surat keterangan sehat jasmani yang dibuat oleh Dokter setempat.
    5. Surat pernyataan bermaterai Rp. 6000,- bahwa:

    a. Tidak pernah diberhentikan dengan hormat tidak atas permintaan sendiri atau
    tidak dengan hormat sebagai Pegawai Negeri Sipil / Anggota Tentara
    Nasional / Anggota Kepolisian Negara, atau diberhentikan tidak dengan
    hormat sebagai pegawai swasta.

    b. Tidak berkedudukan sebagai Calon / Pegawai Negeri Sipil.

    6. Kualifikasi pendidikan sebagai berikut:

    • S1 Geodesi / Geomatika : 6 orang

    • S1 Geografi : 4 orang

    • S1 Teknik Informatika / Ilmu Komputer : 1 orang

    • S1 Hukum (diutamakan Hukum Tata Negara) : 1 orang

  1. PERSYARATAN ADMINISTRASI

    Bagi pelamar yang memenuhi syarat tersebut di atas dapat mengajukan Surat
    Lamaran dengan melampirkan dokumen sebagai berikut:

    a. Daftar Riwayat Hidup (bermaterai Rp. 6000,-);

    b. Foto kopi Kartu Tanda Penduduk (KTP) yang masih berlaku;

    c. Foto kopi ijazah dan transkrip nilai. Surat Keterangan Kelulusan Sementara tidak
    dapat diterima;

    d. Foto kopi halaman judul dan abstrak skripsi;

    e. Pas foto berwarna terbaru ukuran 4 x 6 sebanyak 3 (tiga) lembar;

    f. Foto kopi akte kelahiran atau surat kenal lahir.

  1. KETENTUAN

    a. Surat lamaran yang ditandatangani di atas materai Rp. 6.000,-, ditujukan kepada
    Kepala BAKOSURTANAL, c.q. Kepala Biro Keuangan, Kepegawaian dan
    Hukum (KKH), PO. BOX 46-CBI Cibinong 16911.

    b. Semua berkas / dokumen yang disyaratkan dimasukkan dalam amplop folio dan
    dikirim kepada Kepala Biro Keuangan, Kepegawaian dan Hukum (KKH)
    BAKOSURTANAL melalui Pos tercatat, dengan alamat PO. BOX 46-CBI
    Cibinong 16911, selambat-lambatnya tanggal 24 September 2008 cap pos;

    c. Pada sudut kiri atas depan amplop lamaran tuliskan kualifikasi pendidikan;

    d. BAKOSURTANAL tidak melayani lamaran yang diserahkan secara langsung
    selain melalui PO.BOX yang telah ditentukan.

    IV. MATERI/JADWAL UJIAN TERTULIS, DAN LAIN-LAIN

    a. Berdasarkan kemampuan BAKOSURTANAL, untuk setiap satu orang (formasi)
    PNS hanya akan dipanggil sebanyak-banyaknya 30 pelamar yang paling sesuai
    dengan kebutuhan BAKOSURTANAL. Pelamar yang lulus seleksi administrasi
    akan diumumkan dan dipanggil melalui Website BAKOSURTANAL, mulai tanggal
    10 Oktober 2008 untuk mengikuti Ujian Tertulis.

    b. Ujian Tertulis meliputi:

    • Test Potensi Akademik (TPA), akan diselenggarakan tanggal 18 Oktober
    2008.

    • Test Kompetensi Dasar (TKD), terdiri dari Test Pengetahuan Umum [TPU]
    (Ideologi, Politik, Ekonomi, Sosial Budaya, Hankam, dan Hukum), Test
    Bakat Skolastik [TBS], Test Skala Kematangan [TSK] dan Test
    Kompetensi Bidang [TKB] sesuai disiplin ilmu yang dimiliki, akan
    diselenggarakan pada tanggal 19 Oktober 2008.

    c. Pelamar yang berhasil lulus Ujian Tertulis akan mengikuti tes lanjutan berupa
    Psikotes dan/atau Wawancara, pada waktu yang akan ditentukan kemudian.
    d. Keputusan untuk memanggil pelamar dan penentuan seleksi merupakan
    kewenangan Panitia Pengadaan PNS BAKOSURTANAL, dan tidak dapat
    diganggu gugat.

    Cibinong, 12 September 2008

    Sekretaris Utama

    Selaku
    Ketua Panitia Pengadaan PNS

    BAKOSURTANAL
    ttd
    Sukendra Martha

    NIP. 370000139

Aktivis Mendadak Caleg…

September 4, 2008

Setelah aku beberapa saat sempat membaca lansiran berita tentang beberapa nama caleg dari sejumlah partai yang lolos verifikasi KPU, aku sempat tersentak tapi tak begitu lama sih…! dan lanjut concern siapa-siapa aja yang masuk dalam list Menuju ke Kursi Legislatif tersebut.

Tersebutlah beberapa nama Desmon Junaidi Mahesa (korban penculikan 10 tahun lalu dan kini menjadi pengacara profesional Eka Cipta Wijaya dan Tommy Winata), dijadikan Caleg untuk Dapil Kalimantan Timur dari partai Gerindra, kemudian Pius Lustrilanang (korban penculikan aktivis pro demokrasi 1997/1998, yang saat ini dia membentuk organisasi para militer BRIGASS: Brigade Siaga Satu) dia menjadi Caleg untuk Dapil Nusa Tenggara Timur dari Partai Gerindra juga (sebuah partai yang dimotori Prabowo Subianto dan Muchdi PR). Dita Indah Sari (aktivis serikat buruh) yang menjadi Caleg untuk  daerah Jawa Tengah V Boyolali-Solo dari Partai Bintang Reformasi.

Langkah mereka seolah ingin mengikuti jejak rekan-rekannya yang sudah lebih dahulu mencicipi kursi parlemen dan menjadi anggota partai, seperti Anis Matta (Partai Keadilan Sejahtera) dan Nusron Wahid (Partai Golkar).Budiman Sujatmiko(PDI-P), Andi Arief (Partai Demokrat).

”Saya masuk politik praktis, dalam hal ini parpol, karena untuk menciptakan perubahan yang nyata dibutuhkan kekuatan politik. Jika dahulu saya berjuang lewat demonstrasi, sekarang semoga dapat melalui DPR,” (Budiman Sujatmiko).

Pendapat hampir senada disampaikan Sekretaris Jenderal Perhimpunan Nasional Aktivis 98 (Pena 98) Adian Napitupulu. ”Salah satu rekomendasi Pertemuan Nasional Pena 98 pada Juni 2007 adalah berusaha masuk ke ruang politik legal untuk memastikan ada perubahan seperti yang diharapkan. Sebab, setelah direfleksikan, gerakan kami selama ini punya satu kekurangan, yaitu kami tidak punya kemampuan untuk melaksanakan kebijakan. Kami mencoba mengatasi masalah itu dengan masuk ke parlemen,” kata Adian. Sebagai bagian dari pelaksanaan rekomendasi tersebut, lanjut Adian, sebagian anggota Pena 98 sekarang tersebar menjadi caleg di 23 provinsi, baik untuk tingkat pusat maupun provinsi, dengan berbagai nomor urut dan partai politik.

Pius Lustrilanang, salah satu korban selamat dari penculikan aktivis 1997-1998, juga memutuskan masuk daftar caleg dari Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) karena berpandangan, pelaksanaan perubahan membutuhkan kekuatan politik. Saat disinggung bukankah anggota Gerindra antara lain Prabowo Subianto dan Muchdi Pr, dua mantan perwira tinggi TNI yang harus melepaskan jabatannya karena diduga ikut bertanggung jawab dalam kasus penculikan aktivis 1997-1998, Pius menjawab, ”Dalam politik tidak ada kawan atau lawan abadi. Selain itu, keterlibatan mereka dalam kasus itu sudah selesai secara hukum.”
Bahkan, lanjut Pius, bergabungnya dia di Gerindra sebagai bagian dari upaya rekonsiliasi nasional, yang merupakan salah satu modal penting yang dibutuhkan Indonesia untuk maju. ”Mereka yang mengaku reformis sekarang sikapnya juga banyak yang sama dengan Orde Baru, keras kepala dan otoriter. Jadi, akhirnya semua tergantung orangnya, dengan komitmennya,” tegasnya. Sebelum bergabung dengan Gerindra, Pius pernah menjadi anggota PDI-P dan Partai Demokrasi Pembaruan, serta mendirikan Partai Persatuan Nasional.

Apa pun alasan atau pertimbangannya, dalam alam demokrasi seperti sekarang sah-sah saja para mantan aktivis itu terjun ke politik praktis. Itu adalah bagian dari hak politik mereka sebagai warga negara. Keputusan mereka terjun menjadi caleg ini pun dinilai penting bagi kaderisasi kepemimpinan nasional.
Dalam sistem politik yang terbuka seperti saat ini, perbaikan kehidupan berbangsa tidak cukup dilakukan dengan berteriak-teriak, memberikan koreksi dari luar sistem. Dibutuhkan sejumlah orang baik dan berkualitas untuk masuk ke dalam sistem guna memperbaiki dari dalam. Bahkan, kebangkitan Indonesia diyakini akan lebih cepat terjadi jika ada jaringan kerja dan komunikasi yang intensif antara mereka yang berada di dalam dan luar sistem. Namun, di sisi lain, masuknya para aktivis yang rekam jejaknya masih relatif bersih dan muda ini dalam daftar caleg juga menguntungkan parpol pengusungnya. Para aktivis itu dapat ”menutup” sejumlah catatan buruk parpol di masa lalu. Bahkan, parpol itu dapat dinilai ”reformis” atau menjanjikan perubahan. Citra itu tentu dibutuhkan untuk menambah perolehan suara di Pemilu 2009.
Keberadaan para mantan aktivis itu juga akan menambah posisi tawar parpol yang bersangkutan ketika kelak harus membangun koalisi atau bekerja sama dengan kekuatan politik lain.

Disamping itu juga Caleg Aktivis Lebih Baik daripada Artis karena mereka itu relatif bersih dan terjun langsung ke lapangan jadi sudah berpengalaman bersentuhan dengan masyarakat. Apabila dibandingkan dengan Caleg para selebritas bisa dilihat saja dampak bagi rakyat, bila input-nya instan sangat mungkin output-nya akan bermasalah. Tanpa proses inisiasi melalui pengkaderan yang cukup untuk masuk medan politik, bisa jadi para pesohor tersebut tetap akan menjadi pajangan ketika duduk sebagai anggota Dewan. Hingga kini pun kita sulit mengukur kinerja para artis yang duduk di Dewan. Apakah, misalnya mereka pernah bersuara atau tidak dalam rapat-rapat di DPR.

Akhirnya, kelak waktu yang akan menjelaskan alasan utama dan sebenarnya dari bergabungnya para mantan aktivis itu menjadi caleg. Apakah sungguh karena alasan taktis, yaitu untuk mengefektifkan perjuangan membangun Indonesia yang lebih baik? Atau hanya karena alasan pragmatis, yaitu karena tidak tahan untuk mencoba menikmati manisnya madu kekuasaan? Atau, bisa juga hanya bagian dari upaya pemenuhan hasrat petualangan belaka. Yang jelas, aktivis 1966, Soe Hok Gie, pernah menyayangkan sikap sebagian temannya yang mulai melupakan komitmennya karena terlalu menikmati nyamannya naik sedan Holden.

Semoga realitas itu tidak kembali terulang …..

Jam di meja kerjaku dah nunjukin jam 15.00 WIB, waktunya ngacir nih…! Operator kantor dah announcement bila jam kantor berakhir di jam tersebut. So, aku kepikiran kalo belon nyiapin takjil buat menu buka puasa untuk aku berdua, bersama suami. Selintas langsung tertuju pada atmosfer kemeriahan ngabuburit di Bendungan Hilir (Benhil). Dan ga pake mikir ini itu lagi, aku langsung bergegas ke kawasan itu.

Setelah aku nebeng mas danil ampe di hotel Millenium Kebon Sirih, aku langsung nyambung pake bis dan meluncur ke Benhil. Berangkat dari kantor jam 15.00 dan nyampe sana sekitar 15.35 karena Thamrin dan Sudirman sudah mulai “pamer”(padat merayap), waduh….bisa lama nih!!!tapi yo untung keburu juga sih…

Setelah turun di halte bis dan jalan dikit sekitar 200 m lah dari lokasi, dan emang asyik banget sih…betapa yang kuliat, serasa pengen dibeli semua, tapi ya untungnya rasioku tetep jalan. Karena mubadzir kan kalo banyak yang dibeli tanpa menghitung berapa orang yang harus mengkonsumsinya.

Bazar Ramadhan 2006 by ~erwin~.

Awalnya aku berniat untuk keliling, agar tahu menu takjilan apa saja yang dijual di Bazar Ramadhan Benhil tersebut, tapi aku tiba-tiba terhenti ketika melihat lapak kue-kue basah,”asyik nih” kalo disantap untuk batalin puasa sebelum masuk ke hidangan utama, ya itung-itung “Appertizer For Fasting Break” lah, maka segera beli Risolles, Lumpia Kering, Dadar Gulung, dan Heci Udang, nyam-nyam banget…!

Snacks for Fasting Break by ~erwin~.

Dan menu takjil yang mengandung air (traditional beverage) aku beli bubur sumsum+gula jawa, dan jenang gendul dari beras ketan+santan yang dicampur gula jawa.

Sesampai dirumah langsung aku dinginkan di lemari es, dan aku siap-siap memasak untuk hidangan utama dan menu makan sahurnya ntar, biar ga kerja dua kali gitu. Setelah semuanya dirasa sudah siap, ya aku angkat semua ke meja makan. Untuk tinggal dinikmati pas bedug Maghrib berkumandang.

Nah, pas Adzan Maghrib telah kudengar akhirnya aku sesegera mungkin untuk Break Fasting, dengan minum sari jeruk dingin, sebagai penetralisir aja sih, karena kalo langsung yang manis-manis, bisa neg duluan. Dari kesemuanya yang udah aku siapin tadi sebenarnya ada yang kurang sih, dan itu ngaruh banget ke semua yang udah aku persiapkan,karena serasa useless aja sih. Hal itu adalah dengan absennya Nanang di buka puasa pertamaku, dengan alasan satu dan lain hal, dia malah berada di lokasi yang beda pas waktu itu, dia mutusin untuk ke Mal Ambassador untuk beli installer program untuk dia punya laptop. Alasan dia sih,karena cuaca hujan so, rencana ke Ambass jadi mundur, dan untuk buka puasa di rumah jadi ga terkejar. Aku terima aja itu alasan, dengan catatan karena itu situasi diluar dari yang direncanakan. Tapi jangan sampai terjadi kalo kenyataannya diriku lebih penting ketimbang “Laptopnya itu”…. ya betapa unlukcky nya diriku, dan sebaliknya betapa payahnya Nanang.

Tapi kalo dipikir secara mendalam, dengan kondisi seperti itu baiknya sih aku ga banyak kata, dengan begitu setidaknya berdamai dengan diri itu jauh lebih baik dan sangat sulit sih dilakukan, ketimbang hanya ngomelin dia yang juga belum tentu “apakah dia juga ngerasa salah bertindak”. Setidaknya aku sudah melakukan apa yang seharusnya di bulan ramadhan ini, aku sudah berusaha untuk tetap commit pada diri “Lakukanlah segala sesuatu selagi bisa, tanpa harus ada keinginan untuk dinilai”. Dan semoga di Ramadhan ini aku bisa ibadah dengan khusyu’, dan semoga keberkahan dan rejeki senantiasa melingkupi keluargaku selama itu menjadi hak kami. Karena ga baik juga hidup serba berkelebihan tapi masih saja ada keluhan dalam kehidupannya yang ini itu, ga jelas… itu artinya semua kelebihan harta yang dia pegang belum sepenuhnya dia syukurin, Hidup di dunia tidak Gratis, semua ada harganya, dan itu bukan takaran nominal yang dinilai, tapi apa yang dia kerjakan baik ke diri atau orang lain, begitu juga dia akan menerima, mungkin di hal lain dalam kehidupan. Dari Hakikat kehidupan itulah, aku setidaknya menjadi optimis dalam nglewatin ini semua dari hari ke hari, karena aku berani ngomong, bukan berarti ga pernah mengalami dan menyaksikan kenyataan kehidupan, dari situlah fitrah akal dan pikiran kita harus berfungsi untuk mencerna “Petunjuk apa yang aku peroleh ini?”…. Marhabban Ya Ramadhan….dan semoga puasaku lancar…Amien.

Bahan :

  1. Bawang Putih 4 siung
  2. Bawang merah 6 butir
  3. Ketumbar 1 sdt
  4. Tahu Putih
  5. Garam
  6. Asam Jawa
  7. Gula Kelapa
  8. Salam
  9. Laos
  10. Air Kelapa, bila tidak ada diganti air biasa

Cara Membuat :

Haluskan bawang putih, ketumbar, dan bawang merah. Rebus dalam air (kira2 banyaknya cukup untuk merendam tahu). Masukkan gula kelapa, asam, garam, daun salam, serta laos yang sudah dikeprek. Masak dengan api sedang hingga bumbu menyatu. Icipi untuk merasakan kurang tidaknya asam, gula, atau garam. Setelah rasa cukup sesuai, masukkan potongan tahu hingga terendam. Lanjutkan memasak dengan api kecil hingga air tinggal sedikit (asat). Goreng tahu dengan sedikit minyak.

In the Name of Allah, the Most Gracious, the Most Merciful

“Fasting is an act of deep personal worship to God in which Muslims seek to raise their level of God-consciousness.The act of fasting redirects the heart away from worldly activities and towards the remembrance of God.The self-restraint of Ramadan

make the heart and mind accustomed to the remembrance and praise of God and to the obedience of His commandments. Muslims focus during this month on strengthening their relationship with the Creator.”

Ramadan is the ninth month of the Islamic lunar calendar. It begins with the sighting of the new moon after which all physically mature and healthy Muslims are obliged to fast for the complete month. Fasting is done as an act of worship and obedience to Allah (God). Between dawn and sunset, Muslims abstain from all food, drink and any kind of sexual contact. In addition to this

physical component, the spiritual aspects of the fast include an added emphasis on refraining from gossip, lies, obscenity and in general, any sinful act.

God says in the Holy Qur’an: “O ye who believe! Fasting is prescribed to you as it was prescribed to those before you,that ye may (learn) self-restraint…Ramadan is the (month) in which was sent down the Qur’an, as aguide to mankind, also clear (Signs) for guidance and judgment (between right and wrong). So every one of you who is present (at his home) during that month should spend it in fasting…” (Al-Qur’an 2:183,185).

Islam is a continuation of the religion of Abraham, Moses and Jesus (peace be upon them). Hence, it is not surprising to find references to fasting in Judaism and Christianity. Other faiths also enjoin fasting, as they recognize its spiritual benefits. Fasting is thus universally known as a means of gaining self-discipline and of gaining closeness to God. It is the third of the Five Pillars of Islam. The others are declaration of faith (Shahadah), prayer (Salah), charitable-giving (Zakah), and the pilgrimage to Makkah (Hajj). Fasting, together with the other pillars, forms the foundation of the faith.

It instills in the individual a feeling of closeness to God and a desire to do good deeds at all times. Purity of both thought and action are emphasized whilst fasting.The Prophet Muhammad (pbuh)1 is reported to have said: “He who does not desist from obscene language and acting obscenely (during the period of fasting),Allah has no need that he does not eat or drink.”. The Prophet (pbuh) also said: “Fasting is not only from food and drink, fasting is to refrain from obscene (acts). If  someone verbally abuses you or acts ignorantly toward you,say (to them) ‘I am fasting; I am fasting.’” It is common to have one meal (known as Suhoor), just before sunrise and another (known as Iftar),directly after sunset. The breaking of the fast (Iftar) usually consists of dates, following the tradition of the Prophet Muhammad (pbuh).Ramadan strengthens the community: Muslims invite one another for the Iftar meals, and there by create concern and friendship among neighbors,families and friends. Many people also take Iftar to the mosque and share it with the wider community,especially the poor and needy.

“Ramadan is a time for spiritual reflection, prayer and doing of good deeds.

Fasting is intended to inculcate self-discipline, self-restraint and generosity.”

Fasting In The Month Of Ramadhan.

All Muslims, from the age of puberty who are physically and mentally well should observe fasting during the month of Ramadan. Islam is a practical way of life and does not place hardship on those for whom the fast would be too difficult. The sick and those traveling may defer their fast until their illness or journey is over. Pregnant women and nursing mothers may also postpone the fast. The very old, who are too weak to fast, and those who have a permanent illness that prevents them from fasting,are excused from fasting.They may feed a needy person for every day missed, if they can afford to do so.The mentally ill are also exempt from fasting.

BENEFITS OF FASTING

Fasting is an act of deep personal worship to God in which Muslims seek to raise their level of God-consciousness. The act of fasting redirects the heart away from worldly activities and towards the remembrance of God.Muslims focus during this month on strengthening their relationship with the Creator. It is a time for spiritual reflection, prayer and doing of good deeds.Fasting is intended to inculcate self-discipline, selfrestraint and generosity.

The Prophet Muhammad (pbuh) said, “Indeed, anyone who fasts for one day for Allah’s Pleasure, Allah will keep his face away from the (Hell) fire for (a distance covered by a journey of) seventy years.” “The sleep of a fasting person is regarded as an act of  worship, his remaining silent is regarded as glorifying God, the reward for his good deeds is multiplied, his supplications are accepted, and his sins are forgiven.”

Fasting makes the individual more aware of the many bounties of God. The hunger and thirst remind the fasting person of the poor who may rarely eat well. Fasting re-enforces the concept that wasting the Creator’s bounties is a sign of ingratitude to Him.

Muslims are reminded to be extra-generous during the month of Ramadan and to share the bounties that God has provided them, giving generously in charity.Our wealth is regarded as a trust from God, not really our own; will we be greedy with it and spend it only on ourselves, or will we strive to please Him by sharing it with others?

A person who carefully observes the month of Ramadan becomes closer to God.The self-restraint of Ramadan make the heart and mind accustomed to the remembrance and praise of God and to the obedience of His commandments. It is therefore a spiritual regime and a re-orientation process for the body and mind – the extent of the benefit depends on the performance and sincerity of the individual Muslim.

RAMADAN IS THE MONTH OF THE QUR’AN

God began revealing the Qur’an to the Prophet Muhammad (pbuh) during Ramadan in the year 610 C.E. The Holy Qur’an is known undoubtedly as “the most-read book in the world” for it is a book that is so often read, re-read and memorized, and all in its original language,Arabic. In Ramadan, Muslims are encouraged to focus as much time as possible on reading, listening to and understanding the teachings of the Glorious Qur’an. One of the ways Muslims get closer to the Qur’an during Ramadan is through a long congregational prayer known as Taraweeh that is offered in the late evening after the breaking of the fast. During this prayer it is customary that the entire Qur’an is recited over the course of the entire month, by a person called a Hafiz (Arabic, meaning protector).

A Hafiz is someone who has memorized the entire Qur’an, word for word, cover to cover. Since it was first revealed over 1400 years ago it is through the many Huffaz (plural of Hafiz) of the Qur’an that God has protected the authenticity of this Holy Book. Laylat ul-Qadr, or the Night of Power, is a time for especially fervent and devoted prayer, and the rewards and blessings associated with worship on this night are manifold. This night is known to occur during one of the last fewnights of Ramadan, thus the incentive to increase the nightly prayers during this time.

EID-UL FITR

The end of Ramadan is marked by the sighting of the new moon, which is followed by a day of celebration known as Eid-ul-Fitr or the ‘festival of fast-breaking’.Families wake up early in the morning, put on their best clothes and go to the mosque for the Eid sermon and congregational prayers. They thank the Merciful God for having given them the opportunity to experience the blessed month of Ramadan. The day is accompanied by celebration, socializing, festive meals and modest gift-giving especially to children. But before the festivities begin, every person, adult and child, must have already contributed towards Zakat-ul-Fitra. This is the giving of a meal, or cash equivalent, to a needy person to make sure that none are excluded from this happy occasion.

The Eid celebration is not merely about feasting and socializing.There is a deep significance for those who truly observed the holy month with their fasting, abstaining from all bad habits and striving hard to earn the pleasure of God. For the observant, the Merciful Allah has granted Eid as a day for forgiveness of sins. The Muslim is left with a feeling of happiness and joy and a renewed energy to face the rest of the year with faith and determination. Islam teaches that the objective of life is to earn the pleasure of God. The spiritual closeness that can be achieved during the month of Ramadan serves this purpose for those who truly work hard to benefit from it.

Taken from: www.whyislam.org

2 tahun lalu di 4 Agustus 2006 jam 08.00 di Jl.Nongkojajar No.6 Purwodadi, Pasuruan dengan Wali Nikah Bapakku yang di wakilkan ke Penghulu Nikah (Kepala KUA), diriku “Yudha Erna Susanti binti H. Doerasim” resmi di nikahi oleh seorang Pria Kelahiran Jember “Nanang Andi Setiawan” dengan mas kawin tersebut tunai…dan Alhamdulillah lancar dan Syah, tanpa harus latihan. Hebat Nang…ga nervous dan sukses.

2 tahun berlalu, dan kini di tahun 2008, tanggal 4 Agustus jatuh di hari Senin, So…seorang Nanang opo yo sempat pake acara anniversary segala. Jawabannya jelas “Ga sempat”. Seperti apa yang ku prediksi jauh-jauh hari, 2nd anniversary itu ga bakal ada yang sedikit special ketimbang hari biasanya, Nothing special dan jauh dari kesan extra ordinary, tapi ya gimana lagi…Namanya orang sibuk dengan kerjaan itu apa bisa disalahkan. Tentunya aku sendiri juga mikir-mikir, apa landasan utamaku untuk protes bahwa itu penting untuk di sempatkan untuk merayakannya bersama, mesti itu sebentar (just a moment please..). Nyatanya juga ga ada yang khusus tuh, yah dia hanya ngucapin “met 2nd anniversary” aja, itupun juga lewat Chat.

Pada dasarnya aku memang ga butuh perayaan khusus sih..sebangsa celebration gitu, seperti sengaja nglewatin berdua di romance place gitu juga ngga kan… pertama juga ga ada waktu dari Nanang, kedua juga terlalu “Kabanyakan Komersiil”, tapi mengingat itu penting, istilah jawa nya “Nenger’i” biar ga lupa dan lewat begitu saja, meskipun itu terkesan simbolis tapi ada benefit nya kok buat hubungan kita berdua, setidaknya buat recharge lah biar jauh lebik baik lagi.

Intinya di 2nd anniversary ini ga ada yang special ritual khusus yang musti di jalanin, padahal maksud hati aku juga pengen sih dapet surprise apa kek…jelek-jelek gini kan aku juga perempuan kan, ya masih pengen lah hal-hal yang berbau special, Moment yang sengaja dikhususkan. Tapi yo piye maneh…semuanya balik lagi ke urusan kantornya Nanang yang byuh…bejibun…akeh banget urusannya, kalah pengusaha HIPMI tapi complain percuma, nuntut juga sama dengan bohong, Mengeluh juga sama dengan ngomong sendiri. So, klo mo happy jadi istrinya orang yang bekerja di tempat kerjaan Nanang atau yang sejenis, emang musti harus sedikit senewen, bikin kegembiraan sendiri, lha klo aku ga mau dibilang senewen sama orang, masih pengen di anggap normal, ya pilihannya hanya diam, lewatin smua, ga banyak komentar, ga banyak heran, ga banyak tanya, ga banyak seneng2 (karena butuh duit banyak tuh..). Istilah paket nya : Paket Hemat Ga Banyak Cakap. Bukan berarti aku suka banget sama kondisi ini, tapi NO MORE….. ga ada pilihan.

2nd Anniversary my wedding No celebrate, No Party, No More………. ga ada pilihan!!!!

RAWON KOMPLIT

Juli 21, 2008

Rawon atau nasi rawon (karena selalu disajikan dengan nasi) adalah menu berupa sup daging dengan bumbu khas karena mengandung kluwek. Rawon, meskipun dikenal sebagai masakan khas Jawa Timur, dikenal pula oleh masyarakat Jawa Tengah sebelah timur (daerah Surakarta).

Daging untuk rawon umumnya adalah daging sapi yang dipotong kecil-kecil. Bumbu supnya sangat khas Indonesia, yaitu campuran bawang merah, bawang putih, lengkuas (laos), ketumbar, serai, kunir, lombok, kluwek, garam, serta minyak nabati. Semua bahan ini (kecuali serai dan lengkuas) dihaluskan, lalu ditumis sampai harum. Campuran bumbu ini kemudian dimasukkan dalam kaldu rebusan daging bersama-sama dengan daging. Warna gelap khas rawon berasal dari kluwek.Makanan ini diluar negri dikenal juga dengan nama surbaya beef soup.

Bahan:
2 liter air
500 g daging tetelan sapi, potong-potong
3 sdm minyak sayur
1 cm lengkuas, memarkan
1 batang serai, memarkan

Rawon disajikan bersama nasi, dilengkapi dengan tauge kecil, bawang goreng, kerupuk, dan sambal.

Bumbu Halus :
6 buah keluak, ambil isinya
8 butir bawang merah
4 siung bawang putih
2 buah cabai merah
1 cm jahe
11/2 sdt ketumbar, sangrai
2 sdt ketumbar, sangrai
1 sdt gula Jawa sisir halus

Pelengkap:
Toge pendek
Telur asin
Kerupuk Udang
Sambal Terasi
Mentimun

Cara membuat:
# Didihkan air, rebus daging dengan api kecil hingga hampir lunak.
# Panaskan minyak, tumis bumbu halus, lengkuas, serai dan daun jeruk hingga wangi.
# Masukkan ke dalam rebusan daging. Masak kembali hingga daging lunak. Jika perlu tambahkan air panas hingga kuah rawon menjadi 1,5 liter.
# Sajikan rawon dalam keadaan panas bersama Pelengkapnya.

Untuk 8 orang

Catatan:
Sebaiknya rawon diolah sehari sebelum dihidangkan agar aroma dan bumbu meresap sempurna.

APA tegese pinter yen mung kanggo minteri wong liya? Apa tegese sekti mandraguna yen kasektene mung kanggo sesongaran, kepara nyilakani liyan? Apa tegese sugih bandha-bandhu yen mung kanggo gawe merine sing ana ing kiwa-tengene? Ateges janma linuwih iku ora dibutuhake maneh?

Mengko dhisik. Kepinteran, kasekten, lan kesugihan pancen mujudake tandha-tandha kaluwihaning manungsa. Sok sapaa kang nduwe kepinteran luwih saka liya-liyane, mesthi bakal ingaranan wong wasis. Mula wong kaya mangkono iku pantes dadi paran pitakonan lan bisa diarep-arep bisa ngudhari sakehing perkara.

Kuwi yen bener panganggone. Yen ora pener, bisa tiba ing kosok balen.

Dene kanthi kasekten, wong ora mung dadi luwih percaya dhiri, nanging uga bakal gawe wedine mungsuh lan sengseme kanca-rowang. Mula wong banjur padha ngudi piye bisane sekti. Ana kang kanthi gladhen amrih saya limpad lan rosa, nanging uga kanthi nambah kekuwatane jiwa.

Emane, kasekten iku akeh-akehe kandheg ing babagan atose balung wulete kulit. Mula banjur ana sesebutan ”sekti mandraguna tinatah mendat jinara menter ora tedhas tapak palune pandhe sisane gurinda” utawa ”ditumbak lakak-lakak dibedhil mecicil”.

Nanging kasekten ing tata lair mau adhakane bisa njlomprongake marang sing kedunungan dadi nduwe ambeg kumalungkung, sapa sira sapa ingsun. Kasekten pancen bisa marakake wong dadi sesongaran lan hawane mung golek mungsuh.

Mulane kasekten lair wae ora cukup. Kudu linambaran sektine batin. Iku kang bisa diarep-arep bakal ngeker marang hardaning kanepson, meper marang krenteg sesongaran.

Dene kanthi bandha, manungsa temene luwih jembar tebane anggone bakal tumindak. Kanthi bandha, manungsa bisa ”asung boga marang kang kaluwen”. Nanging sok-sok kanthi bandha iku, wong banjur nguja ”maksiat batin” kanthi rumangsa entuk hiburan yen bisa weweh marang ”kang kaluwen” tanpa ngrekadaya amrih bisane ”sing keluwen” kuwawa dhewe ”ngupaya upa”. Pemberdayaan, istilahe saiki.

Sing luwih cilaka maneh yen bandha iku malah njalari dadi lali marang purwa duksina. Bandha marakake dwong dadi ngangsa uripe.

Mulane sapada tembang gambuh kang nganti saiki isih kerep diwulangake ing sekolah unine mangkene: Wonten pocapanipun/ adiguna adigang adigung/ pan adigang kidang adigung pan esthi/ adiguna ula iku/ telu pisan mati sampyuh. Dene sing apik kuwi yen bisa ”guna ing aguna tan ngendhak gunaning janmi”.

Manungsa kang ganep apa-apane mau banjur kaprah diarani janma limpad seprapat tamat.

Timbule Skeptis

Banjur, apa sebabe nganti muncul pratelan-pratelan retoris tur ngemu rasa skeptis kaya mangkono mau? Muncule pratela mau temene ora uwal saka kanyatan kang gumelar. Kanyatan kang sarwa nguciwani.

Ora beda kang nate kababar dening RNg Ranggawarsita ing Kalatidha: ratune ratu utama/ patihe patih linuwih/ pra nayaka tyas raharja/ panekare becik-becik/ parandene tan dadi/ paliyasing Kalabendu/ mandar mangkin andadra….

Pranyata ”jalma linuwih” ing barisane para pangreh praja iku ora bisa dadi jaminan kahanan negara bakal dadi tata tentrem kerta tur raharja. Sanajan sakabehe klebu jama kinacek, nanging yen cak-cakane ora pener, tetep saya ndadra kahanane.

Kosok baline, dudu crita carangan yen ana sawijining panguwasa sing olehe maca teks ”bapak2 ibu2” wae dadi ”bapak dua ibu dua”, nanging jebul angone nglumpukake pendapatan asli daerah (PAD) luwih dhuwur tinimbang panguwasa sadurunge sing jarene kalebu sarjan sujaneng budi.

Pancen butuh wong pinter, nanging dudu sing kuminter, apa maneh minteri. Ora ana gunane yen kepinterane mau mung kanggo ngapusi liyan.

Mulane banjur ora mokal yen ana sawenehing ajaran kang jumurang marang para panggilute supaya dadi manungsa kang cubluk mbalilu wae. Sebab kanthi mangkono, temene manungsa bakal tansah nglenggana marang purwaning dumadi, rumangsa manawa satemene dudu apa-apa lan dudu sapa-sapa. Kurang luwih paralel karo pratelen sing ngandhakake manawa ”saya akeh sing disinau temene saya akeh sing ora dimangerteni”.

Mulane uga piwulang Sasrakartanan mratelakake supaya sabisa-bisa manungsa iku ”sekti tanpa aji, sugih tanpa bandha” lan sapiturute. Piwulang mangkene iki uga laras karo gambarane manungsa kang sakeplasan katone kebak paradoks. Ora mung punjul ing apapag, mrojol ing akerep, nanging uga dhisik tan nglancangi, dhuwur tan ngungkuli.

Ewasemono, tetep ana gegeran kanggo nemtokake pilihan. Ora kurang, Serat Wulangreh uga wis asung pituduh kepriye dhasare lamun golek ”imam” kuwi. Ora liya: lamun sira anggeguru kaki/ amiliha manungsa kang nyata/ ingkang becik martabate/ sarta kang wruh ing ukum/ angibadah lan kang ngirangi/ sokur oleh wong tapa/ ingkang wus amungkul/ tan mikir pawewehing lyan/ iku pantes sira guronana kaki/ sartane kawruhana.

Mula saiki, kang dibutuhake dudu dudu jalma linuwih yen kaluwihane mau mung kango ngungkul-ungkuli. Dudu manungsa linuwih, yen kaluwihane mung kanggo ngasorake lan nyengsarakake sapepadha-padhane tumitah.

Cethane, kang dibutuhake dudu tekane kawula kang kumratu-ratu, nanging ratu kang kumawula. Persis karo sing kaimpun ing sipat wolu kayadene ing astabrata. Kanthi nduwe sipat-sipat kayadene segara, angin, srengenge, lan sapiturute, temene manungsa iku bakal nduwe teges lan dibutuhake marang sakabehe kang tumitah. Kanthi samadya, temene manungsa uga ora kurang maknane, tumrap sapepadha-padhane, luwih-luwih kanggo sing dipimpin.

http://kejawen.suaramerdeka.com/index.php?id=329