Tips Merawat Anggrek

November 19, 2008

Daripada bosan, bingung mo ngapain….paling asyik emang, ngerawat flora kesayangan. Sesuai daerah asalku yang di dataran tinggi atau lebih afdol disebut “Arek Nggunung” (baca anak yang berasal dari daerah pegunungan), dapat di pastikan kalo aku sedikit tertarik terhadap jenis tumbuhan yang berspecies Bunga-bungaan terutama Orchid (Anggrek), alasannya simpel…. Depan Rumahku yang di kampung tuh, adalah tempat budidaya Anggrek, yang pengelolanya dah Generasi Kedua. Kalo ngga salah inget Nama tempat itu “Atmo Kolopaking Orchid”, dan lumayan sering meramaikan stand Pameran Anggrek Tingkat Nasional.

Balik lagi ke urusan rawat merawat, ini aku mau bagi-bagi Tips Merawat Anggrek, simak baik-baik yah…:

http://bunga-setiamitra.com/Gallery/bunga-anggrek-bulan%20pot.jpg

1. Lokasi, suhu, dan kelembaban:
Anggrek akan tumbuh baik di dataran tinggi, bukan berarti di dataran rendah tidak bisa hidup akan tetapi harus memenuhi ketentuan yang tepat. Suhu udara berkisar 15ºC-35ºC (suhu optimum 21ºC) dengan sirkulasi udara yang baik. Kelembaban udara berkisar antara 65%-70%.

2. Cahaya Matahari:Tanaman anggrek pantang kena sinar matahari langsung, akan tetapi masih toleran terhadap sinar matahari pagi antara jam 7-9 pagi. Anggrek yang kurang mendapat cahaya matahari tumbuh kurus, berdaun sempit dan panjang, sebaliknya jika kelebihan daun akan menguning seperti terbakar. Anggrek akan tumbuh baik jika digantung di bawah kerimbunan pohon.

3. Penyiraman:
Tidak ada patokan tepat untuk menyiram anggrek, cara praktis untuk mengetahui apakah tanaman sudah perlu disiram dengan memantau kondisi media tanamnya. Penyiraman sebaiknya dengan sprayer dan air yang digunakan bebas kaporit dan senyawa kimia lain. Anggrek muda lebih membutuhkan banyak air, penyiraman sebaiknya sehari sekali. Untuk anggrek yang lebih besar 2 hari sekali cukup memadai. Terlalu banyak air akan membuat anggrek mudah diserang jamur yang menyebabkan daun dan akar membusuk. Bunga anggrek sebaiknya jangan terkena air, karena akan cepat rontok.

4. Pemupukan:
Anggrek perlu dipupuk untuk membuatnya rajin berbunga.
Tips untuk memilih pupuk yang tepat:
- Pilih pupuk cair (pupuk daun)
- Unsur makro NPK harus disesuaikan dengan usia tanaman:
anggrek muda memerlukan unsur N (Nitrogen) lebih banyak
anggrek siap berbunga memerlukan unsur P (Phospor) lebih banyak
- pemupukan dilakukan seminggu sekali dengan dosis 1/2 sdt untuk 1 liter air
- semprotkan larutan pupuk dengan sprayer pada bagian daun dan akar
- pemupukan bisa dilakukan lebih sering, dengan mengurangi dosis.

5. Media Tanam:
Media tanam yang baik adalah yang tidak cepat lapuk, memudahkan akar menempel, berongga (porous) untuk sirkulasi udara, dapat menyimpan zat hara, dan tidak mudah menjadi sumber penyakit. Macam media adalah pakis, moss, sabut kelapa, arang kayu, pecahan batu bata atau genteng.

6. Pot:
Untuk pot bisa dipilih pot tanah atau plastik, pot tanah bisa menyimpan air sedangkan pot plastik tidak, untuk menambah nilai estetis bisa digunakan pot plastik yang dibuat berlubang pada sisinya. Anggrek juga bagus ditanam di blok pakis dan digantun di bawah pohon. Secara berkala sebaiknya dilakukan repotting misalnya 6 bulan sekali untuk memberi ruang lebih pada akar anggrek.

Satu Tanggapan ke “Tips Merawat Anggrek”

  1. iin Berkata

    Duh seneng bisa nemu blog yg ngebahas anggrek, aku lagi m mulai melihara nih tapi bingung ttg pemupukannya,,,
    Apa gaka da yg dah jadi dan langgsung bs d pake?
    Jadi lebih praktis.
    MAksud nya nama pupuknya merek klo bisa.
    Thanks


Tinggalkan Balasan