Aktivis Mendadak Caleg…

September 4, 2008

Setelah aku beberapa saat sempat membaca lansiran berita tentang beberapa nama caleg dari sejumlah partai yang lolos verifikasi KPU, aku sempat tersentak tapi tak begitu lama sih…! dan lanjut concern siapa-siapa aja yang masuk dalam list Menuju ke Kursi Legislatif tersebut.

Tersebutlah beberapa nama Desmon Junaidi Mahesa (korban penculikan 10 tahun lalu dan kini menjadi pengacara profesional Eka Cipta Wijaya dan Tommy Winata), dijadikan Caleg untuk Dapil Kalimantan Timur dari partai Gerindra, kemudian Pius Lustrilanang (korban penculikan aktivis pro demokrasi 1997/1998, yang saat ini dia membentuk organisasi para militer BRIGASS: Brigade Siaga Satu) dia menjadi Caleg untuk Dapil Nusa Tenggara Timur dari Partai Gerindra juga (sebuah partai yang dimotori Prabowo Subianto dan Muchdi PR). Dita Indah Sari (aktivis serikat buruh) yang menjadi Caleg untuk  daerah Jawa Tengah V Boyolali-Solo dari Partai Bintang Reformasi.

Langkah mereka seolah ingin mengikuti jejak rekan-rekannya yang sudah lebih dahulu mencicipi kursi parlemen dan menjadi anggota partai, seperti Anis Matta (Partai Keadilan Sejahtera) dan Nusron Wahid (Partai Golkar).Budiman Sujatmiko(PDI-P), Andi Arief (Partai Demokrat).

”Saya masuk politik praktis, dalam hal ini parpol, karena untuk menciptakan perubahan yang nyata dibutuhkan kekuatan politik. Jika dahulu saya berjuang lewat demonstrasi, sekarang semoga dapat melalui DPR,” (Budiman Sujatmiko).

Pendapat hampir senada disampaikan Sekretaris Jenderal Perhimpunan Nasional Aktivis 98 (Pena 98) Adian Napitupulu. ”Salah satu rekomendasi Pertemuan Nasional Pena 98 pada Juni 2007 adalah berusaha masuk ke ruang politik legal untuk memastikan ada perubahan seperti yang diharapkan. Sebab, setelah direfleksikan, gerakan kami selama ini punya satu kekurangan, yaitu kami tidak punya kemampuan untuk melaksanakan kebijakan. Kami mencoba mengatasi masalah itu dengan masuk ke parlemen,” kata Adian. Sebagai bagian dari pelaksanaan rekomendasi tersebut, lanjut Adian, sebagian anggota Pena 98 sekarang tersebar menjadi caleg di 23 provinsi, baik untuk tingkat pusat maupun provinsi, dengan berbagai nomor urut dan partai politik.

Pius Lustrilanang, salah satu korban selamat dari penculikan aktivis 1997-1998, juga memutuskan masuk daftar caleg dari Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) karena berpandangan, pelaksanaan perubahan membutuhkan kekuatan politik. Saat disinggung bukankah anggota Gerindra antara lain Prabowo Subianto dan Muchdi Pr, dua mantan perwira tinggi TNI yang harus melepaskan jabatannya karena diduga ikut bertanggung jawab dalam kasus penculikan aktivis 1997-1998, Pius menjawab, ”Dalam politik tidak ada kawan atau lawan abadi. Selain itu, keterlibatan mereka dalam kasus itu sudah selesai secara hukum.”
Bahkan, lanjut Pius, bergabungnya dia di Gerindra sebagai bagian dari upaya rekonsiliasi nasional, yang merupakan salah satu modal penting yang dibutuhkan Indonesia untuk maju. ”Mereka yang mengaku reformis sekarang sikapnya juga banyak yang sama dengan Orde Baru, keras kepala dan otoriter. Jadi, akhirnya semua tergantung orangnya, dengan komitmennya,” tegasnya. Sebelum bergabung dengan Gerindra, Pius pernah menjadi anggota PDI-P dan Partai Demokrasi Pembaruan, serta mendirikan Partai Persatuan Nasional.

Apa pun alasan atau pertimbangannya, dalam alam demokrasi seperti sekarang sah-sah saja para mantan aktivis itu terjun ke politik praktis. Itu adalah bagian dari hak politik mereka sebagai warga negara. Keputusan mereka terjun menjadi caleg ini pun dinilai penting bagi kaderisasi kepemimpinan nasional.
Dalam sistem politik yang terbuka seperti saat ini, perbaikan kehidupan berbangsa tidak cukup dilakukan dengan berteriak-teriak, memberikan koreksi dari luar sistem. Dibutuhkan sejumlah orang baik dan berkualitas untuk masuk ke dalam sistem guna memperbaiki dari dalam. Bahkan, kebangkitan Indonesia diyakini akan lebih cepat terjadi jika ada jaringan kerja dan komunikasi yang intensif antara mereka yang berada di dalam dan luar sistem. Namun, di sisi lain, masuknya para aktivis yang rekam jejaknya masih relatif bersih dan muda ini dalam daftar caleg juga menguntungkan parpol pengusungnya. Para aktivis itu dapat ”menutup” sejumlah catatan buruk parpol di masa lalu. Bahkan, parpol itu dapat dinilai ”reformis” atau menjanjikan perubahan. Citra itu tentu dibutuhkan untuk menambah perolehan suara di Pemilu 2009.
Keberadaan para mantan aktivis itu juga akan menambah posisi tawar parpol yang bersangkutan ketika kelak harus membangun koalisi atau bekerja sama dengan kekuatan politik lain.

Disamping itu juga Caleg Aktivis Lebih Baik daripada Artis karena mereka itu relatif bersih dan terjun langsung ke lapangan jadi sudah berpengalaman bersentuhan dengan masyarakat. Apabila dibandingkan dengan Caleg para selebritas bisa dilihat saja dampak bagi rakyat, bila input-nya instan sangat mungkin output-nya akan bermasalah. Tanpa proses inisiasi melalui pengkaderan yang cukup untuk masuk medan politik, bisa jadi para pesohor tersebut tetap akan menjadi pajangan ketika duduk sebagai anggota Dewan. Hingga kini pun kita sulit mengukur kinerja para artis yang duduk di Dewan. Apakah, misalnya mereka pernah bersuara atau tidak dalam rapat-rapat di DPR.

Akhirnya, kelak waktu yang akan menjelaskan alasan utama dan sebenarnya dari bergabungnya para mantan aktivis itu menjadi caleg. Apakah sungguh karena alasan taktis, yaitu untuk mengefektifkan perjuangan membangun Indonesia yang lebih baik? Atau hanya karena alasan pragmatis, yaitu karena tidak tahan untuk mencoba menikmati manisnya madu kekuasaan? Atau, bisa juga hanya bagian dari upaya pemenuhan hasrat petualangan belaka. Yang jelas, aktivis 1966, Soe Hok Gie, pernah menyayangkan sikap sebagian temannya yang mulai melupakan komitmennya karena terlalu menikmati nyamannya naik sedan Holden.

Semoga realitas itu tidak kembali terulang …..

3 Tanggapan ke “Aktivis Mendadak Caleg…”

  1. pakdhe Berkata

    nyante aja mbak..

    Klo tahun ini agak banyak aktifis jadi caleg, trus selebritis jadi caleg.. bisa jadi pemilihan depan para musisi jadi caleg.

    nah.. khan denmas nanang dah mirip vokalis grup bend tuh.. disuruh siap2 wae..

    (kabur…)

  2. bana2 Berkata

    Kalo soal musisi maju ke kursi legislatif, ga usah nunggu next election, pemilu sekarang ini Ikang Fauzi meski hanya bermodal gitar aja jadi Caleg dari PAN untuk daerah Banten II. Tapi kalo Na2ng jd Caleg???? kayaknya belum waktunya bos, modal ilmu dan koceknya secara itung2an ga masuk,kalo skala tim sukses mungkin boleh lah…

  3. Na2ng Berkata

    Iyo feb, ngeband aja yuk…lha katanya kamu mirip drummer juga gitu…hehehe.
    Eh ini di blog nya orang kok kita ngobrol sendiri ya.


Tinggalkan Balasan