Road To Jogja……
Juni 13, 2008
Tepatnya seminggu yang lalu, hari Jum’at 6 Juni 2008 aku dan suami bertolak ke Yogyakarta, karena harus menghadiri pernikahan dari teman Mas Nanang. Sesuai dengan kesepakatan berdua, kami berdua naik Kereta Api Ekonomi Progo Route Pasar Senen - Lempuyangan pada KA 156. Dengan persiapan yang dianggap komplit, kita berdua meluncur ke stasiun Senen tepat jam 20.30 WIB, yang sebelumnya aku sudah membeli tiket pada sore harinya seusai bubaran kantor.
Suasana dalam kereta tersebut memang kalo dikatakan nyaman juga tidak, tetapi bukan berarti terlalu mengganggu perjalanan ke Jogja, karena dari awal aku sudah niat untuk naik kereta dengan kelas ekonomi tersebut. Satu hal yang buatku waspada dan sulit tidur karena bagaimanapun juga, kita berdua harus selalu terjaga untuk memastikan barang bawaan kita travel bag yang berisikan beberapa pakaian, masih tetap berada ditempatnya. Sementara di sisi lain, bagi sebagian penumpang yang kerap menggunakan jasa layanan transportasi murah meriah ini, cukup adaptive dan feel secure untuk bisa tidur dimana aja, meski juga ada lho yang dalam kondisi tidak mendapatkan tempat duduk tapi juga masih bisa tidur. Dari situ aku banyak belajar tentang kelenturan bersikap (fleksibility), kesimpulan yang aku ambil buat diriku untuk bisa berprilaku yang sewajarnya (simple nya sih …gaya borjuis bisa tapi gaya proletar juga harus paham)!!! Itu penting sih.. untuk dipahami karena untuk menghindari kecemburuan social yang ujungnya akan berdampak pada kerawanan social apabila kita salah bersikap pada satu keremunan orang, yang sejujurnya mereka itu bukan pada strata social kita. Hierarki social itu memang benar ada, tapi itu bukan semata-mata untuk membedakan kita pada kualitas berpenampilan tetapi ada baiknya lebih di fokuskan pada kualitas berpikir dan berkarya kita.
Akhirnya setelah berjam-jam aku didalam kereta, akhirnya kita sampai juga di Lempuyangan sekitar jam 07.30 WIB. Terus kita turun dari kereta dan kompak bilang “Jogja…Jogja….”! Setelah habis dari toilet kita langsung cari sarapan, karena dah lapar banget, dan mencari warung Gudeg yang banyak berjajar di luar Stasiun Lempuyangan. Dirasa dah kenyang dan nyaman kita mencari Becak untuk menuju Jl. Dagen letak hotel Kumbokarno, disitulah nanti kita menginap. Tidak lama Becak di kayuh ternyata sudah sampai di depan Hotel. Lalu langsung aja kita Check In dan dapat kamar 308, dengan Room Rate Rp. 125.000,- murah meriah lah…. !!! wong Cuma standart Fan+TV, bukan bermaksud pelit tapi kita memang harus hemat operasional, biar alokasi dana bisa beralih ke budget belanja kan….!!!
Berdasar pengalaman aku kalau tour ke Jogja selalu tergiur untuk beli ini..itu.., karena sepanjang Malioboro banyak dijual berbagai macam oleh-oleh makanan khas Jogja, handicraft, batik Jogja, Gudeg Kendil, Lukisan, etnic aksesoris, macem-macem lah!!! Belum lagi banyak lho tempat-tempat menarik untuk dikunjungi, karena ga bisa di pungkiri Ngayojokarto Hadiningrat itu merupakan Kota Budaya yang mengakar dari warisan nenek moyangnya dan itu eksis lho, bukan bermaksud primordial …. Toh aku juga bukan orang Jogja, tapi aku harus obyektif untuk mengutarakan hal itu. Lihat saja…para tukang becak, penjaja kaki lima, pengamen, semuanya ramah dengan khas logat jogjanya…semuanya slalu ngangenin dan bikin aku ketagihan….!!! Makanya ga salah kan… kalau aku dulu terobsesi banget pengen kuliah di UGM…tapi ya bukan hanya itu saja sih memang grade jurusan yang aku ambil di UGM itu paling tinggi dibanding jurusan serupa di kampus lain, meski itu masih dalam rayon yang sama yaitu Rayon B yang terkenal bobot soal nya paling … ampun deh…tapi yan sudah lah… ga usah di ingat2…. cukup jadi pengalaman! Padahal cukup banyak yang mengingatkan .. kalo pengen tembus UMPTN dianjurkan untuk ambil Rayon C khusus untuk jurusan yang aku ambil.
Balik lagi ke Road To Jogja ku…..!!! Siangnya kira-kira jam 13.30 aku dan M.Nanang setelah tidur dan mandi, bersiap untuk jalan ke Pasar Bring Harjo yang banyak Batiknya dan terkenal dengan Pecel Jogja yang banyak dijual didepan Pasar beserta beberapa jajanan pasar. Setelah lelah mengitari pasar dan berbelanja, kita beli pecel, di mbah….mbah …yang dah lumayan sepuh, eh..ternyata ga lama kita makan ada arak-arakan pawai FKY (Festival Kesenian Yogyakarta), so pasti dong Nanang langsung jepret sana –jepret sini. Lucu-lucu lho…mereka menampilkan busana khas yogyakarta, ada juga yang berperan sebagai tokoh dalam pewayangan gitu lah. Tapi yang bikin ampun dan speechless tuh ya… ada dari salah satu peserta yang berperan jadi raja, tapi kok ya di lehernya ada koyo’… dan di punggungnya ada bekas kerokan gitu lah…wes dasar Ra…Mutu…!!!
Setelah karnaval abis kita langsung ke Jl.Sosrowijayan sebentar cari warnet untuk cek email (begonya kita..padahal di café hotel kumbokarno tuh ada internet gratis). Trus kita balik ke hotel untuk mandi dan langsung cabut lagi untuk naik becak menuju ALKID(alun-alun kidul),dengan melewati Alun-alun Lor dan Taman Sari, M.Nanang pengen liat Beringin Kembar yang banyak orang meyakini bahwa 2 pohon tersebut adalah gapura untuk menuju dimensi lain, makanya kan disitu banyak orang melakukan Masangin (tutup mata dan berjalan menuju beringin). Di Alkid itu juga kita sempatkan untuk beli wedang Ronde khas Jogja Rp.3.000,- buat penghangat tubuh. Jam 19.00 kita balik lagi ke jl. Malioboro dengan naik becak yang sama seperti berangkatnya, karena kita ditungguin di pinggir Alun-alun. Setelah sampai di Malioboro kita jalan-jalan lagi, masuk ke butik-butik batik jogja ada Truntum Gurdo, Danar Hadi, dan masih banyak lagi. Ternyata kita masih lapar lagi…. Akhirnya kita nyebrang jalan ke lesehan didepan Kantor DPRD Yogya, beli Ayam goreng lalapan. Dah kenyang-kenyang….. kita coba masuk ke Malioboro Mal, buat ngukur seberapa besar malnya…dan ragam Tenant yang ngisi mal tersebut.
So balik ke hotel lagi buat tidur, karena besoknya masih harus menghadiri akad nikah dan perhelatan resepsinya di Balai Shinta Jl.Laksda. Adi Sucipto. Setelah acara bubar kita 1 rombongan balik ke hotel, ganti baju, n jalan-jalan lagi….malah lebih banyak rombongannnya, karena ketambahan 1 rombongan mobil, jadi makin seru jalan-jalannya karena rame-rame. Seru-seruan belanja, lucu-lucu lho yang dibeli, ada yang buat istrinya, buat bokapnya, buat nyokap, adik, buat anak, ponakan, tetangga, ampe buat temen sekantor. Yah begitulah…. Kisah di Jogja….!!! Malemnya setelah beli oleh-oleh makanan khas jogja seperti Bakpia dan Yangko, kita langsung siap-siap untuk balik ke Jakarta dengan Suzuki APV yang di kemudikan oleh Mas Mbul, dan ampe Cikampek digantikan ama Mas Edo. Akhirnya setelah badan linu semua, punggung kaku plus capek ga ketulungan kita semua sampai lagi di Jakarta dan kembali ke aktifitas masing-masing. Dan itulah tadi sekelumit cerita tentang ROAD TO JOGJA ku yang exited dan unforgettable moment….!!!! JOGJA…..JOGJA…..!!!
Leave a Reply