Semenjak ku lahir,tumbuh, kembang dan dari ku ga bisa apa dan bagaimana sampai bisa, Alhamdulillah selalu kulewati dengan banyak cerita.Alur usia dari bayi,balita,anak-anak,ABG,remaja tanggung,Usia Panik,Mature,ampe sekarang jadi Sang Ibu Rumah Tangga. Singkat kata dari semua fase-fase itu ga mudah nglewatinnya,jangankan di saat transisi antar fase,bahkan di kesehariaannya aja selalu ada hal unik yang terjadi. Otomatis tanpa harus ada intruksi dan tuntutan, pikir dan rasaku bekerja untuk mengolah dari apa yang di terima, dari proses itu ga selalu aku mengambil keputusan dan penyikapan yang tepat,kadang juga ada melesetnya, apalagi kalo di masa sekarang ini aku mengingat di masa itu terlihat lucu, konyol, sok ngerti dan segala rasa yang ga patut dibanggakan lah..! Tapi dari beberapa kejadian itu aku bisa nglewatin fase-fase usia yang ada dengan utuh dan lengkap, keliru dan salah itu memang harus dilewati,dipahami tapi dah ga boleh di ulang lagi.
Setelah fase usia, aku mencoba mengurai tentang apa itu keinginan aku. Keinginan sendiri terdiri dari kata dasar “ingin” dan imbuhan “Ke dan -an” yang memiliki arti “yang di…..”.Emang banyak sih keinginan aku,prosentase tercapai engga nya 50:50 lah. Ada yang kesampaian ada yang ngga, kalo aku punya keinginan itu terlalu kuharapkan terwujud,ujung-ujungnya pasti gagal.Mesti pada awalnya sempat skeptis sama hidup dan nasib, tapi itupun lewat,karena bukan disitu pelajaran yang musti aku ingat, melainkan secara ga langsung mentalku dilatih tuk ga emosional,grusa-grusu dan dijauhkan dari keserakahan.Logis kan….!!! Segala sesuatu yang mendapatkannya tidak mudah,maka sudah sepatutnya klo menjaganya lebih ekstra hati-hati. Proses menjaganya ini juga lumayan ga mudah,antisipasi diri aku hanya meminimalisir apa yang aku ucap,tindakan dan sikap aku.Karena dari hal-hal itu tadi orang lain menilai aku siapa.Soal respon dan reaksi ya itu semua hak orang lain terhadap diriku.
Kalo dipikir dan diingat sejak tahun 1981 hingga sekarang, ada 2 keinginan terbesar dalam hidupku, bukan berarti dalam hidupku aku hanya punya 2 keinginan tadi, sama sekali tidak. Masih banyak keinginan-keinginanku yang lain, tetapi kesemuanya belum sampai menyentuh titik obsesiku.Memangnya dengan 2 keinginanmu itu?ada masalah??.Masalah sih ngga,tetapi dengan segala keterbatasan aku tanpa meninggalkan upaya-upaya yang dilakukan, menurut aku pribadi memang susah diraih.Di tahun 1999 setelah lulus SMU aku ingin masuk FISIP UGM, tapi apa daya kemampuan berpikir dan kapasitas kerja otak aku masih kurang layak untuk bisa tembus ke kampus biru impianku itu.Aku terima semua itu dengan penuh kesadaran bahwa aku memang tidak sepatutnya kuliah di yogyakarta itu, tetapi aku termotivasi meski aku kuliah swasta aku harus tetap dalam iklim belajar di sekolah negeri,seperti yang aku lewati selama SD,SMP dan SMU dengan maksud supaya tak tertinggal dengan mahasiswa PTN.Aku yakin dari semua yang kulewati itu, Tuhan memang sayang ma aku, meski bukan yang pertama,aku dipertemukan dengan orang yang sepaham dengan apa yang kubutuhkan untuk menutupi celah-celah keterbatasanku untuk menjadi lebih baik.Artinya ritme hidupku terjaga keseimbangannya dengan bersama dia, tanpa harus larut pada hal-hal exited dan evoria hidup yang esensinya hanya kosmetik diri supaya terlihat lebih…dan lebih….dimata orang lain.Ku berucap syukur Alhamdulillah aku berjodoh dengan dia dan sekarang  aku jadi pendamping hidupnya yang fakta dan legal baik sisi hukum negara, adat maupun agama.
Berkaitan dengan keinginan terbesarku yang 1nya lagi, disini aku memulainya.Aku bisa tuntasin S1 ku di tahun 2003, artinya 4 tahun aku selesaikan, yang pada akhirnya aku dapatin “Sarjana Ilmu Politik” itu.Kewajiban aku terhadap kedua orang tuaku,telah aku penuhi.Disitulah sedikit yang bisa aku lakukan pada Bapak-Ibu aku, jauh dan tak akan sanggup untuk membalas semua yang sudah diberikan Bapak-Ibuku terhadap diriku, apa salahnya diriku sedikit melegakan hati mereka dengan aku wisuda yang tepat waktu, untuk sedikit mengurangi beban mereka.Pasca kelulusan aku berencana pengen ikutan di formasi CPNS yang telah dibuka tahun 2004 tapi ternyata aku masih belum bisa mendapatkan kesempatan, di awal 2005 ku coba kerja swasta tapi juga ga bagus-bagus amat nasibku, dan di tahun 2006 aku coba ikutan lagi formasi CPNS, aku dapetin kesempatan ikutan tes tetapi aku tak lolos, dari beberapa kejadian itu aku sama sekali tak kapok untuk coba2 ikutan tes di sana-sini meski tak lolos, artinya masih ada kok yang aku lakukan untuk ingin mewujudkan keinginanku.Aku lewatin hari-hariku yang ga menentu dengan tetap mencoba masukin CV dimana aja selama info itu aku tahu, daripada diam ga lakukan apapun juga lebih terlihat gagalnya, sudahlah tak mendapat kesempatan tetapi juga tak berusaha mencoba mana yang ada lagi.Dari hal itu aku tetep bisa termotivasi untuk melakukan segala upaya, dan di tahun 2007 ini aku ingin dapat kesempatan lagi di Formasi CPNS 2007 dan moga-moga aja juga bisa tembus pada Badan yang aku masukin.Serentetan banyak kejadian yang aku lalui dan kuceritakan aku hanya percaya bahwa “Menanti Tidak Sama Dengan Pasrah”…….

Tinggalkan Balasan