Dewasa ini, hal tersebut sangat complicated, hanya untuk sekedar bertanya “Bagaimana seorang Pemimpin Ditemukan?”. Apa yang menyebabkan sulitnya menemukan seorang pemimpin? Apakah setiap orang bisa menjadi pemimpin? Siapa yang paling sesuai untuk menjadi pemimpin, tua atau muda?
Sebenarnya setiap orang mempunyai kemampuan untuk menjadi seorang pemimpin, meski kemampuan dari masing-masing orang berbeda. Setiap orang juga memiliki chance yang besar untuk menjadi pemimpin. Semuanya kembali lagi pada calon pemimpin tersebut dalam mengeksplorasi potensi dari dirinya secara optimal. Untuk mendapatkan nilai-nilai kepemimpinan dalam diri seseorang diperlukan adanya kombinasi antara bakat dan kompetensi yang bisa dikembangkan dengan balance.
Pemimpin harus mampu memimpin dirinya sendiri baru bisa memimpin orang lain. Kepemimpinan itu bisa dibentuk sesuai dengan kompetensinya. Memang ada sebagian orang yang born to lead , tetapi buat mereka yang bukan termasuk born to lead, kepemimpinannya juga masih bisa diasa, di kembangkan, dan ditingkatkan lagi sehingga memunculkan sikap ketegasan dalam diri. Karena hal itu merupakan cerminan karakter pemimpin yang sekaligus menjadi panutan bagi bawahan atau anggota timnya.
Disamping itu kepercayaan terhadap orang lain juga sangat dibutuhkan bagi pemimpin, karena apabila seorang pemimpin tidak mampu mempercayai bawahannya, maka akan menyulitkan buat si pemimpin dalam hal mendelegasikan tugasnya. “Jangan harap bawahan bisa percaya pada pimpinan, jika pimpinan tidak mempercayainya”.
Yang tak kalah pentingnya untuk diperhatikan bagi seorang pemimpin adalah dianjurkan untuk lebih instingtif , karena di kehidupan nyata terkadang ada orang yang pandai memanipulasi keadaan, mampu menunjukkan sifat-sifat positif, bahkan melampaui kapasitas dirinya padahal pada kenyataannnya tidak seperti itu. Jadi seorang pemimpin harus bisa melihat itu, semakin lama dia memimpin maka insting nya semakin terasah, dan mencapai tingkat kematangan (emtional quation). Tingkat kematangan datangnya lain pada tiap-tiap orang, tergantung pada usia, pengalaman, dan kesempatan.
Seorang pemimpin tidak hanya dilahirkan begitu saja, namun harus dibangun dan mempunyai standarisasi, dan menjadi pemimpin yang berkarakter, karakter yang dimaksud adalah harus memiliki kepintaran yang didapat dari pendidikan serta pengalaman yang ditunjang dengan keahlian, namun jangan terjebak pada kriteria-kriteria pemimpin yang berkarakter, aspek penempatan juga perlu diperhatikan, sebab meski pemimpinnya berkarakter tetapi penempatan tidak sesuai maka akan percuma saja. The rightman On the right place.