Sabtu pagi…. smua orang pada punya agenda buat wiken-wikenan , tapi diriku malah sibuk lho…(kesannya kayak orang penting ajah). Kesibukanku sih tidak terlalu rumit, cuma mang agak susah aja buat segera nyelesain order dadakan, habis data yang dicari (sumber data) it’s not avaliable sih….
Ceritanya…, berawal di jum’at sore. Kira-kira pukul 4 sore, aku dan temen-temen dah siru-siru (siap-siap) mo pada pulang ato datang ke tujuan masing-masing, eits….tiba-tiba… masuklah P. Hermen (Ka.biro,red) beserta staf, nyuruh kita untuk menyiapkan data seputar 8 target yang ada pada MDGs (Millenium Development Goals), dilihat sisi prosentase pencapainnya di 199 DT(Daerah Tertinggal) yang ada di Indonesia.
P.Hermen mengintruksi kita (tim data) untuk segera menyediakan data yang diminta tersebut. Kenapa keliatan tergesa-gesa dan sangat mendadak, karena itu perintah langsung dari Pak Mentri, yang sedianya hadir dalam agenda acaranya dalam orasi ilmiah tentang “Desa Model” yang memakai standarisasi MDGs. Beliau mengantisipasi validitas dari yang disampaikannya dengan adanya data yang harus kita sediakan tersebut.
Nah Lho…..Susyee kan….!!! Jum’at sore kita (yang di koordinir ma Mas Arief) mengamini apa yang diperintahkan P.Hermen dengan finding data mati-matian, tapi ujung-ujungnya yang kita dapat ya cuma bentuk laporan pencapaian target MDGs dalam skala nasional saja, file itupun juga sudah lama di arsip reference (folder dataku,red). Intinya kita semua pada mentok lah, lagian juga males dan alot banget buat mikir, makhlum dah habis maghrib sih, cape lah…
Akhirnya M. Daniel pulang duluan, ga lama kemudian Frida n Adiet juga pulang (kasian lah dah pada kuyu n lelah), terus aku setelah mereka yang lain pulang dan juga memastikan sudah buntu banget, ya aku pulang juga lah…..!!! Setelah sholat maghrib, M. Arief (koordinator,red) ke lantai II menghadap P.Hermen untuk report, tapi P.Hermennya masih kekeh untuk kita menyelesaikan tugas susye tadi. Walhasil, M. Arief mutusin bahwa kita Sabtu pagi lembur buat nyelesain “request dari P.Mentriku terhormat”. So, kita saling kabar mengabari bahwa sabtu lembur.
Sabtu pagi harinya, aku masih ogah-ogahan pergi ke kantor, bayangin masih musti jalan ke halte busway dulu, ntar kalo akunya dah nyampe halte monas musti nyusurin lagi jalan merdeka barat, pas di depan Mahkamah Konstitusi aku belok deh, kan kantorku belakangan ma MK persis, bahkan ga dipisahin pagar lagi….!!! Meski badan masih linu kabeh aku beranjak mandi,siap-siap dan cabut ke kantor.
Nyampe di kantor langsung bagi tugas buat nyelesain tugas, tapi sempat sejenak koneksi internet mati (gangguan di server), tapi ga lama dah connect lagi. Trus dah sekian lama kita cari apa yang kita mau, tapi kok ga dapet-dapet sih…! Bahkan sekitar jam 12.00 siang P. Hermen sempat nengok ke ruang kita, mastikan kita dah dapat data pa belon, ya kujawab “belum,pak! susah pak, nyari datanya….! ” karena data yang kita mau ini ada 2 kemungkinan : 1. Daerah (DT) belum membuat Laporan MDGs. dan 2. Daerah(DT) sudah membuat laporan tersebut tapi tidak di publish aja di Cyber Media. Kemungkinan-kemungkinan itu buat kita makin alot nemuin data yang diminta. Akhirnya M.Arief berinisiatif konsultasi lagi ma P.Hermen gimana baiknya. Dan solusinya kita disuruh cari 2 atau berapa aja Laporan MDGs DT, dan kita temukan 5 DT yang nantinya di komparasikan dengan Perhitungan Prosentase penacapaian MDGs dalam skala nasional.
Berkaitan dengan Orasi Ilmiah Pak Mentri tentang “Desa Model”, kita di order untuk compare antara Target Desa Model Vs Target Desa Millenium, disitu kita bisa merampungkan tugas itu, ya meskipun bisa dibilang jauh dari idealnya laporan data. Tapi sudah ada yang kita lakukan lah, komplit sih komplit tapi cuma belum mencakup keseluruhan dari DT yang ada di Indonesia, karena itu tidak mungkin kita menyelesaikannya dalam batasan waktu cuma 1 hari. Untuk hari sabtu yang lembur ini kita hanya mampu memberikan 5 Laporan MDGs DT sebagai sample untuk bisa dijadikan acuan dalam memberikan asumsi oleh Bapak2 Kepala atau Pak Staf Ahli mungkin, yang ada di lantai II. Oke pak!!! Kita-kita mo pulang dulu nih, dah lunas kan….langitnya dah mendung tuh…Jadi sepakat ni pak, kita pulang dulu. “Pareng Rumiyin, Bade Wangsul ” “Assalamualaikum”….
So gitu ajah agendaku di hari sabtu pagi jam 10.00 until jam 16.00, lalu aku langsung ke kantor my hubby , dapat inspirasi tentang agenda wiken siang ku n aku nge-blog deh…

Dari semenjak lahir sampai sekarang, betapa payahnya kita kalau sampai tidak mengenali diri sendiri. Karena sebelum melangkah pada fase yang banyak orang menyebutnya dengan istilah personal development, terlebih awal dan amatlah penting untuk mengenali diri sendiri.Mengenali diri sendiri adalah dasar dari upaya untuk mencapai target diri dalam kehidupan.

Dalam strategi perang Sun Tzu disebutkan:

1. Mengenal kekuatan dan kelemahan diri sekaligus mengetahui kekuatan dan kelemahan lawan, maka 100 kali berperang dan 100 kali menang.

2. Mengetahui kekuatan dan kelemahan diri sendiri tetapi tidak mengetahui kekuatan dan kelemahan lawan , maka 100 kali berperang, 50 kali menang dan juga 50 kali kalah.

3. Tidak mengetahui kekuatan dan kelemahan diri sendiri maupun lawan, maka 100 kali berperang dan dipastikan 100 kali kalah.

So….. betapa pentingnya kenal Siapa dirimu???

Masih menurut Sun Tzu juga menyebutkan pola strategic thinking dapat diaplikasikan ke dalam 4 tahap: mengenali diri sendiri, memposisikan diri, mendobrak diri, dan aktualisasi diri. Ada baiknya kesemuanya dijalankan secara continity, biar dalam diri kita kedapatan efek pemanfaatan potensi diri yang optimal.

Dalam diri tiap manusia selalu terdapat sesuatu yang disebut dengan potensi, yang terdiri dari kekuatan fisik dengan otak sebagai pengendalinya, dan kekuatan metafisika yang dikendalikan oleh hati nurani. Bila pusat pengendali tersebut tidak dimanfaatkan dengan baik, bisa dibilang sih….itu merupakan bentuk pengingkaran atas kesempurnaan manusia.

Perlu diketahui lho… potensi yang ada dalam diri yang merupakan anugerah dari Tuhan bisa membantu kita agar terlepas dari kesulitan hidup. Sebab kesulitan hidup bukanlah nasib atau takdir , namun lebih pada bentuk ketidaktahuan dan kemalasan manusia dalam memanfaatkan dengan optimal dari semua potensi diri yang ada.

Untuk mengembangkan diri sangatlah ditentukan dari cara berpikir kita (pikiran sadar, pikiran bawah sadar, visualisasi dan afirmasi). Apabila ingin mengubah kebiasaan dalam bentuk tindakan dan sikap dalam kehidupan sehari-hari dianjurkan untuk diawali pada proses “Merubah Cara Berpikir”. Karena perubahan adalah kekuatan paling dasyat di dalam masyarakat , bahkan ada sebagian orang yang takut dengan perubahan. Hanya mereka yang membuka pikirannya terhadap konsep-konsep baru yang akan selalu bergerak ke tingkat prestasi dan kesempurnaan yang tinggi.

Tidak ada kata terlambat untuk menjadi sukses, karena perlu adanya keyakinan optimal agar mampu melakukan hal besar, dan agar bisa menetapkan tujuan hidup dengan spesifik dan terukur, yang terdapat lompatan-lompatan didalamnya menuju pada hasil yang besar. Selain itu, tanpa sesuatu yang menjadi fokus maka keputusan dan tindakan yang diambil dalam keseharian tidak akan memiliki arah jangka panjang dan tidak akan menghasilkan sesuatu yang diharapkan, sebab tanpa sebuah arah akan terjebak pada kondisi stress dan monoton.

Dari apa yang diulas diatas, sebaiknya sih……..

Bekerja keraslah untuk memperbaiki pikiran, tubuh dan semangat diri. Memulai hidup dengan energi dan semangat tanpa batas. Tidak menunda untuk segera bertindak untuk mendapatkan kesempatan baik pertama yang datang di hari ini, karena semua yang besar dibangun dari hal kecil yang menjadi komponen pembentuknya. Dan……

Buang jauh-jauh pikiran untuk memulai sesuatu yang telah lama dipikirkan, karena akan menjadi pemborosan waktu. Waktu yang tepat itu tidak akan datang!!!

Pada akhirnya….. semoga aku sudah kenal Siapa diriku……

Mencapai kesuksesan sebuah korporasi bahkan negara, tidaklah semudah yang di bayangkan. Membutuhkan proses yang panjang untuk bisa sampai pada fase tersebut. Diantara beberapa faktor penentu kesuksesannya itu salah satu diantaranya sangat ditentukan dari kualitas leader atau pemimpinnya.

Dewasa ini, hal tersebut sangat complicated, hanya untuk sekedar bertanya “Bagaimana seorang Pemimpin Ditemukan?”. Apa yang menyebabkan sulitnya menemukan seorang pemimpin? Apakah setiap orang bisa menjadi pemimpin? Siapa yang paling sesuai untuk menjadi pemimpin, tua atau muda?

Sebenarnya setiap orang mempunyai kemampuan untuk menjadi seorang pemimpin, meski kemampuan dari masing-masing orang berbeda. Setiap orang juga memiliki chance yang besar untuk menjadi pemimpin. Semuanya kembali lagi pada calon pemimpin tersebut dalam mengeksplorasi potensi dari dirinya secara optimal. Untuk mendapatkan nilai-nilai kepemimpinan dalam diri seseorang diperlukan adanya kombinasi antara bakat dan kompetensi yang bisa dikembangkan dengan balance.

Pemimpin harus mampu memimpin dirinya sendiri baru bisa memimpin orang lain. Kepemimpinan itu bisa dibentuk sesuai dengan kompetensinya. Memang ada sebagian orang yang born to lead , tetapi buat mereka yang bukan termasuk born to lead, kepemimpinannya juga masih bisa diasa, di kembangkan, dan ditingkatkan lagi sehingga memunculkan sikap ketegasan dalam diri. Karena hal itu merupakan cerminan karakter pemimpin yang sekaligus menjadi panutan bagi bawahan atau anggota timnya.

Disamping itu kepercayaan terhadap orang lain juga sangat dibutuhkan bagi pemimpin, karena apabila seorang pemimpin tidak mampu mempercayai bawahannya, maka akan menyulitkan buat si pemimpin dalam hal mendelegasikan tugasnya. “Jangan harap bawahan bisa percaya pada pimpinan, jika pimpinan tidak mempercayainya”.

Yang tak kalah pentingnya untuk diperhatikan bagi seorang pemimpin adalah dianjurkan untuk lebih instingtif , karena di kehidupan nyata terkadang ada orang yang pandai memanipulasi keadaan, mampu menunjukkan sifat-sifat positif, bahkan melampaui kapasitas dirinya padahal pada kenyataannnya tidak seperti itu. Jadi seorang pemimpin harus bisa melihat itu, semakin lama dia memimpin maka insting nya semakin terasah, dan mencapai tingkat kematangan (emtional quation). Tingkat kematangan datangnya lain pada tiap-tiap orang, tergantung pada usia, pengalaman, dan kesempatan.

Seorang pemimpin tidak hanya dilahirkan begitu saja, namun harus dibangun dan mempunyai standarisasi, dan menjadi pemimpin yang berkarakter, karakter yang dimaksud adalah harus memiliki kepintaran yang didapat dari pendidikan serta pengalaman yang ditunjang dengan keahlian, namun jangan terjebak pada kriteria-kriteria pemimpin yang berkarakter, aspek penempatan juga perlu diperhatikan, sebab meski pemimpinnya berkarakter tetapi penempatan tidak sesuai maka akan percuma saja. The rightman On the right place.

Tepatnya hari sabtu kemaren, 5 april 2008. Bertempat di Hotel Kartika Candra Jl.Gatot Subroto, Jakarta Selatan. Aku sangat beruntung sekali bisa dapat kesempatan untuk ikutan datang di acara Launching web personal Pak Akbar Tanjung www.bangakbar.com, yang salah satu diantara panitia penyelenggara adalah my hubby. Dia dan timnya terjun langsung dalam proses create situs tersebut.
Di acara launching yang di gelar meriah itu hadir juga P.Habibie, Gusdur, Hayono Isman, Emil Salim, Martha Tilaar, Sudikatmono, dan masih banyak lagi pejabat-pejabat lain. Di acara itu aku juga ikutan dag dig dug seperti yang dirasakan suamiku, menjelang acara peluncuran situs.
Tapi alhamdulillah sukses dan lancar, sampai acara berakhir. Setelah acara berakhir, giliran sesi foto bareng bang akbar. Nah tepat giliran para panitia foto bareng, aku juga bisa dapat kesempatan foto juga lho…..untung plus-plusnya lagi…aku bisa foto berempat (aku,suami,b.Nina n P.Akbar).
Setelah foto aku langsung jabat tangan b.Nina dan pastinya P.Akbar Tanjung dong…..
Betapa nervousnya diriku….pas salaman dengan Beliau!!Tp lumayan lah…biar ketularan pinter,rejeki n drajatnya. Amien…
Buat P.Akbar juga moga2 tambah sukses ajah, di karir politiknya.Semoga…..dan Amien…

27 Vs 32

April 21, 2008

Happy B’day ba-na2…………..!!!
Happy B’day Abangku Sayang………
Pebruary.21th.1981…..nana was born!
Pebruary.22th.1976….nanang b’day!
Tepatnya kemaren 21 Pebruari 2008 diriku genap berusia 27 tahun. Secara penggolongan usia sih dah masuk ke fase matang. Tapi layak ga yah???klo disebut matang. Klo aku pribadi sih menganggap dan cukup berupaya untuk menjadi matang secara alami dan proses yang utuh, tanpa ada paksaan (red=sok dewasa), tapi kematangan yang sesungguhnya adalah sesuatu proses alami dari setiap diri manusia untuk menyimpulkan suatu tindakan n keputusan yg dia ambil merujuk pada apa yg sudah pernah dia alami dengan proses penyortiran hal-hal yang dihindari pada proses sebelumnya.
Pasanganku boleh jadi terpaut usia yang cukup signikan dengan usiaku, tapi bukan berarti diriku jadi enak2an sok ga ngerti apa2 dengan tujuan biar dimanjain.Jelas tidak terbersit !!!! Malahan dengan peristiwa dari moment ke moment selanjutnya, aku akuin sejujur2nya sering membuat kesalahan, kebodohan, tak bisa mikir dgn jeli, intinya geblek banget lah………
Disitulah puncak terjadinya konflik, sementara di lain pihak sudah sangat merasa dewasa, matang, keinginan untuk membimbing aku yang sangat tinggi lah!! Tapi aku harus hargai niat baik itu sepenuhnya, gimanapun jg dia ingin aku jadi lebih baik, ya…klo aku boleh menilai, caranya juga kurang tepat. No problemo..buat aku, trial n error dalam suatu hubungan tuh sudah biasa, dengan fase itu kan kita bisa tuh nemuin ato lebih tepatnya lagi berkesepakatan..tuh dia neeh kayaknya cara yang pas buat hubungan kita b’dua..(ya kan bang???). Diantara kesepakatan itu beberapa diantaranya dapat terlihat dari beberapa hal yang melibatkan kita berdua untuk interaksi:
1.Mengerti apa yang menjadi hal yang paling sensitif satu sama lainnya (menyangkut harga diri).
2.Sangat perlu untuk diketahui apa yang menjadi keinginan utama dari tiap pribadi.
3.Satu sama lain tahu apa yang disuka baik itu perihal, sesorang atau apapun juga.
4.Belajar dari pasangan, apa yang kita tidak tahu kita harus berjiwa besar untuk menyetujuinya, dan begitu jg sebaliknya.
5.Ga gengsi untuk bilang ga tahu n ga paham daripada sok tahu, yang penting kan ga pura2 ga ngerti…pancen ga ngerti tenan kok!!!
Itu aja sih dari apa yang bisa aku uraikan tentang 27 Vs 32 tapi bisa balance kan???ga gampah tuh nyeimbanginnya, butuh berantem, menangis, ga direken…wes akelah pokok’e..!!!

SIM PDT………

April 21, 2008

SIM PDT……………
Sepintas terlihat begitu simple dan ready to use,…tp…???.
Faktanya…sangatlah tidak mudah buat aku pribadi, untuk membuat hal tersebut menjadi komplit, layak guna, layak tampil dan pastinya layak di kritik sama orang kan…??? kalo boleh pinjam istilah orang intelek sih….siap di analisa dari segala sisi.
Sebenarnya dalam diri sering muncul rasa gemes, ga tlaten, ga sabar, “ndang di apakno..gitu loh…ben ndang komplit…..”, tapi yo wes gpp, yang jelas aku kan dengan merujuk pada kapasitas diri sudah berusaha menjalankan apa yang seharusnya sekaligus menghindari hal yang ga perlu.
Konkretnya sih…….persoalan yang ada pada SIM PDT-ku sayang……… masih terhadang sama hal yang bukan bersifat teknis, murni urusan diluar itu. Kalo diturutin sebenarnya juga sangat mudah n tahu persis lah dimana penyebabnya. Cuma, memang sengaja diriku menempatkan diri sebagai employ….yang hanya tahu dan concern pada apa yang harus aku kerjakan. Bukan pada pelebaran pikiran….kenapa kok gini dan kenapa kok gitu, yang memang benar-benar bukan sesuatu yang harus aku nilai, analisa,apalagi sampai ambil sikap,…dipastikan salah jalur…tuh.
Dari awal aku tekankan baik-baik pada diriku, aku hanya ingin jalani kerja dalam hal ini karir, bukan fungsi yang lain. Kalo sampai rancu atau malah kita melakukan kebodohan untuk mengurusi hal yang bukan jadi tanggung jawab kita untuk mikir……salah satu bentuk pemborosan energi aja sih.
Terkadang aku sengaja memilih sikap cuek….n ga tolah toleh..tuh memang ada untungnya buat diri pribadi, kerja kita jadi jauh lebih optimal. Bagi sebagian orang mungkin ga sepaham dengan apa yang kulakukan, karena kalo aku boleh menilai sih….. banyak orang lho..yang ngerasa penting …..sok bijak…..sok ngerti strategi…sok ngamatin politisasi orang lain…. Halah….. bosen aku….dengan hal seperti itu………!!! Cape di otak, juga ga bikin kaya juga……..
Kalo hanya sekedar dapat informasi semata…..aku tetap hargai…gimanapun juga itu rejeki informasi yang aku dapat, aku simpan di data pikiranku, tapi bukan untuk di bedah….
So….SIM PDT-ku sayang…………komenku buat dirimu………….
Kau relatif……….kadang terlihat simple………kadang terlihat rumit…………
Tergantung Cuaca yang ada…………
Pertanyaannya : “Siapa kah yang mengatur Cuaca bagi SIM PDT-ku sayang……???”
Yah……………… ujung-ujungnya……..sejumlah kesepahaman yang bersayap kan???

Kalau Sudah Cinta…

April 21, 2008

Kulitnya hitam. Wajahnya jelek. Usianya tua. Waktu pertama kali masuk ke rumah wanita itu, hampir saja ia percaya kalau ia berada di rumah hantu. Lelaki kaya dan tampan itu sejenak ragu kembali. Sanggupkah ia menjalani keputusannya?
Tapi ia segera kembali pada tekadnya. Ia sudah memutuskan untuk menikahi dan mencintai perempuan itu. Apapun resikonya…

Suatu saat perempuan itu berkata padanya, “Ini emas-emasku yang sudah lama kutabung, pakailah ini untuk mencari wanita idamanmu, aku hanya membutuhkan status bahwa aku pernah menikah dan menjadi seorang istri.”

Tapi lelaki itu malah menjawab, “Aku sudah memutuskan untuk mencintaimu. Aku takkan menikah lagi”. Semua orang terheran-heran. Keluarga itu tetap utuh sepanjang hidup mereka. Bahkan mereka kemudian dikaruniai anak-anak dengan kecantikan dan ketampanan yang luar biasa. Bertahun-tahun kemudian orang-orang menanyakan rahasia ini padanya. Lelaki itu menjawab enteng, “Aku memutuskan untuk mencintainya. Aku berusaha melakukan yang terbaik. Tapi perempuan itu melakukan semua kebaikan yang bisa ia lakukan untukku. Sampai aku bahkan tak pernah merasakan kulit hitam dan wajah jeleknya dalam kesadaranku. Yang kurasakan adalah kenyamanan jiwa yang melupakan aku pada fisik.”

Begitulah cinta ketika ia terurai jadi laku. Ukuran integritas cinta adalah ketika ia bersemi dalam hati…terkembang dalam kata…terurai dalam laku…Kalau hanya dalam kata, itu cinta yang disertai kepalsuan dan tidak nyata… Kalau cinta sudah terurai jadi laku, cinta itu sempurna seperti pohon; akarnya terhujam dalam hati, batangnya tegak dalam kata, buahnya menjuntai dalam laku. Persis seperti iman, terpatri dalam hati, terucap dalam lisan, dan dibuktikan oleh amal.

Semakin dalam kita merenungi makna cinta, semakin kita temukan fakta besar ini, bahwa cinta hanya kuat ketika ia datang dari pribadi yang kuat, bahwa integritas cinta ini hanya mungkin lahir dari pribadi yang punya integritas. Karena cinta adalah keinginan baik kepada orang yang kita cintai yang harus menampak setiap saat sepanjang kebersamaan.

Rahasia dari sebuah hubungan yang sukses bertahan dalam waktu lama adalah pembuktian cinta terus menerus. Yang dilakukan para pencinta sejati disini adalah memberi tanpa henti. Hubungan bertahan lama bukan karena perasaan cinta bersemi dalam hati, tapi karena kebaikan tiada henti yang dilahirkan oleh perasaan cinta itu.

Seperti lelaki itu, yang terus membahagiakan istrinya, begitu ia memutuskan mencintainya. Dan istrinya, yang terus menerus melahirkan kebajikan dari cinta tanpa henti. Cinta yang tidak terurai menjadi laku adalah jawaban atas angka-angka perceraian yang semakin menganga lebar dalam masyarakat kita.

Tidak mudah memang menemukan cinta yang ini. Tapi begitulah cinta, seperti kata Imam Syafii, Kalau sudah pasti ada cinta disisimu Semua kan jadi enteng Dan semua yang ada diatas tanah Hanyalah tanah jua.

Lihat langsung di : http://oryza.blogsome.com/?s=kalau%20sudah%20cinta&paged=2

Kalau kita sepakat bahwa obyek kajian filsafat adalah untuk mengetahui realitas atau hakikat segala sesuatu maka pertama-tama kita harus membedakan terlebih dahulu paradigma filsafat Barat dan paradigma filsafat Islam.

Dalam filsafat Barat (baca: modern) realitas obyektif adalah dunia materi, fisikal, atau lahiriah. Realitas adalah segala sesuatu yang hanya dapat ditangkap melalui metode ilmiah. Hampir-hampir mereka menganggap bahwa dunia ini tidak memiliki dimensi transendental. Kita tidak akan mendapati konsepsi yg jelas dari filsafat barat mengenai realitas spiritual.Oleh sebab itu aliran yang berpengaruh kuat dalam filsafat barat adalah materialisme, empirisme,atau positivisme yang selanjutnya menjadi fundamen ilmu sains.

Meski demikian ada aliran yang kurang lebih mengandung gagasan tentang realitas spiritual seperti dalam idealisme atau eksistensialisme. Namun itu hanya berakar dari gagasan rasional semata yang senantiasa mereka tempatkan di dalam dunia ide. Bagi mereka dunia ide ini tidak nyata.

Sebaliknya, dalam Islam –sebagaimana diadopsi dari Plato– dunia Ide ini adalah dunia nyata. Dunia nyata adalah alam haqiqah, dunia obyektif yang sesungguhnya.

Realitas dalam konteks pengetahuan Islam tidak terbatas pada relitas empirik saja (inderawi), tetapi juga realitas ide tersebut yang sering disebut sebagai realitas spiritual. Oleh sebab itu aliran filsafat dalam Islam juga banyak beririsan dengan aliran mistik (sufisme).

Wahyu Islam memandang bahwa manusia telah dianugerahi fakultas- fakultas untuk mengenali alam dan bentuk-bentuk kesadaran untuk mengetahui realitas di sekitarnya.Oleh sebab itu di dalam filsafat Islam tidak hanya diakui dunia empiris yang bisa dicerap indera, tetapi juga pengetahuan rasional hasil dari spekulasi akal, dan pengetahuan intuitif yang berasal dari cerapan qalbu.

Saya setuju dengan kategorisasi yang dilakukan oleh Murtadha Muthari (1993) yang membagi empat metode pemikiran (baca: metode filsafat; yang selanjutnya bisa disebut sebagai aliran filsafat) yang masing-masing memiliki karakter khusus di bawah pengaruh ajaran Islam, yaitu:

a. Paripatetism (Masyaiyah)
Mengandalkan deduksi, logika, dan spekulasi rasional. Mengadopsi gagasan filsafat yunani yang secara tidak langsung mensintesakan ajaran Aristoteles dan Plato. Tokoh-tokohnya seperti Al-Kindi, Al-Farabi, Ibn Sina (periode awal), Ibn Rusyd, dll

b. Kalam
Mengandalkan deduksi rasional dan logika yang didasarkan atas teks-teks atau postulat-posutlat wahyu. Mereka yang tidak pernah menggappendekatannya sebagai pendekatan filsafat ini melahirkan tiga aliran besar teologi Islam: Mu’tazilah, Asy’ariyah dan (silahkan sepakat atau tidak:) Syi’ah.

c. Irfan (atau ma’rifah)
Mengandalkan intuisi mistik, melalui metode penyucian bathin. Aliran ini merupakan mainstream utama dalam aliran sufisme, tokoh-tokohnya seperti: Al-Hallaj, Abu yazid Bustami, Syibli, dan lain-lain.

d. Iluminasi (isyraqi)
Menggabungkan seluruh metode dengan memberdayakan keseluruhan potensi laten manusia baik itu rasio, logika, intuisi, dll. Tokoh-tokoh aliran ini misalnya Suhrawardi, Ibn Arabi, Mulla Sadhra, Iqbal, dll.

Langsung lihat di:

http://oryza.blogsome.com/2005/10/08/aliran-filsafat-islam-kontemporer/

Pasangan Dari Tuhan

April 21, 2008

Postulat yang sengaja aku narasikan nih, buat temen gue yang nun jauh disana, di negeri orang. Banyak orang bilang sih katanya negeri Sakura. Tul ga gi……???
Nih, sengaja n niat banget nih aku kasih kesempatan buat loe baca nih tulisan, apa n bagaimana reviewmu, tergantung dari apa yang menjadi point view (sudut pandang)mu dari tulisan berikut. Let’s enjoyed….!!!

Bertahun-tahun yang lalu, saya berdoa kepada Tuhan untuk memberikan saya pasangan, “Engkau tidak memiliki pasangan karena engkau tidak memintanya”, Tuhan menjawab.

Tidak hanya saya meminta kepada Tuhan, saya menjelaskan kriteria pasangan yang saya inginkan. Saya menginginkan pasangan yang baik hati,lembut, mudah mengampuni, hangat, jujur, penuh dengan damai dan sukacita, murah hati, penuh pengertian, pintar, humoris, penuh perhatian. Saya bahkan memberikan kriteria pasangan tersebut secara fisik yang selama ini saya impikan.

Sejalan dengan berlalunya waktu, saya menambahkan daftar kriteria yang saya inginkan dalam pasangan saya. Suatu malam, dalam doa, Tuhan berkata dalam hati saya,” HambaKu, Aku tidak dapat memberikan apa yang engkau inginkan.”

Saya bertanya, “Mengapa Tuhan?” dan Ia menjawab, “Karena Aku adalah Tuhan dan Aku adalah Adil. Aku adalah Kebenaran dan segala yang Aku lakukan adalah benar.”

Aku bertanya lagi, “Tuhan, aku tidak mengerti mengapa aku tidak dapat memperoleh apa yang aku pinta dariMu?”

Jawab Tuhan, “Aku akan menjelaskannya kepadaMu. Adalah suatu ketidakadilan dan ketidak benaran bagiKu untuk memenuhi keinginanmu karena Aku tidak dapat memberikan sesuatu yang bukan seperti engkau. Tidaklah adil bagiKu untuk memberikan seseorang yang penuh dengan cinta dan kasih kepadamu jika terkadang engkau masih kasar, atau memberikan seseorang yang pemurah tetapi engkau masih kejam, atau seseorang yang mudah mengampuni; tetapi engkau sendiri masih suka menyimpan dendam, seseorang yang sensitif, namun engkau sendiri tidak…”

Kemudian Ia berkata kepada saya, “Adalah lebih baik jika Aku memberikan kepadamu seseorang yang Aku tahu dapat menumbuhkan segala kualitas yang engkau cari selama ini daripada membuat engkau membuang waktu mencari seseorang yang sudah mempunyai semuanya itu. Pasanganmu akan berasal dari tulangmu dan dagingmu, dan engkau akan melihat dirimu sendiri di dalam dirinya dan kalian berdua akan menjadi satu.

Pernikahan adalah seperti sekolah, suatu pendidikan jangka panjang. Pernikahan adalah tempat dimana engkau dan pasanganmu akan saling menyesuaikan diri dan tidak hanya bertujuan untuk menyenangkan hati satu sama lain, tetapi untuk menjadikan kalian manusia yang lebih baik, dan membuat suatu kerjasama yang solid. Aku tidak memberikan pasangan yang sempurna karena engkau tidak sempurna. Aku memberikanmu seseorang yang dapat bertumbuh bersamamu.”

Ini untuk: yang baru saja menikah, yang sudah menikah, yang akan menikah, dan yang sedang mencari.

Lihat langsung di :
http://oryza.blogsome.com/2005/10/09/Pasangan-Dari-Tuhan/

INSTRUCTIONS FOR LIFE

1. Take into account that great love and great achievements involve great risk.

2. When you lose, don’t lose the lesson.

3. Follow the three R’s:

a) Respect for self,

b) Respect for others, and

c) Responsibility for all your actions.

4. Remember that not getting what you want is sometimes a wonderful stroke of luck.

5. Learn the rules so you know how to break them properly.

6. Don’t let a little dispute injure a great friendship.

7. When you realize you’ve made a mistake, take immediate steps to correct it.

8. Spend some time alone every day.

9. Open your arms to change, but don’t let go of your values.

10. Remember that silence is sometimes the best answer.

11. Live a good, honourable life. Then when you get older and think back, you’ll be able to enjoy it a second time.

12. A loving atmosphere in your home is the foundation for your life.

13. In disagreements with loved ones, deal only with the current situation. Don’t bring up the past.

14. Share your knowledge. It’s a way to achieve immortality.

15. Be gentle with the earth.

16. Once a year, go someplace you’ve never been before.

17. Remember that the best relationship is one in which your love for each other exceeds your need for each other.

18. Judge your success by what you had to give up in order to get it.

19. Approach love and cooking with reckless abandon.